Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mimpi Balikpapan Setiap TPST Bantu Kurangi Sampah 5-10 Ton per Hari

Dina Angelina • Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:40 WIB

 

SAMPAH: Fasilitas TPST Pandansari yang telah dibangun melalui bantuan keuangan Pemprov Kaltim pada 2023.
SAMPAH: Fasilitas TPST Pandansari yang telah dibangun melalui bantuan keuangan Pemprov Kaltim pada 2023.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup, Balikpapan terus berupaya mengejar target pengurangan sampah. Semua daerah wajib mengurangi sampah hingga 50 persen.

Sehingga pemerintah daerah dituntut melakukan inovasi mengejar target tersebut. Misalnya dengan pengurangan sampah dari sumber. Hingga pembangunan fasilitas pengolahan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, pemerintah berkomitmen mendorong pengurangan sampah sejak dari sumber. Seperti penerbitan peraturan daerah.

Kemudian untuk fasilitas pengolahan sampah terbagi dalam beberapa jenis. Mulai dari pembentukan 6 unit bank sampah di setiap kelurahan.

Harapannya akan terbentuk 204 bank sampah. Mengingat Balikpapan terdiri dari 34 kelurahan. Kemudian bank sampah induk di setiap kecamatan.

"Total ada 210 bank sampah membantu pengurangan sampah dari sumber," katanya. Selanjutnya pengurangan sampah juga dilakukan dengan membangun fasilitas tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

Rencananya setiap kecamatan ada TPST atau proses daur ulang (PDU). "Sekarang yang sudah beroperasi di Kota Hijau Daksa. Dibangun tahun lalu," tuturnya.

Dirman menjelaskan, pembangunan infrastruktur TPST dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sedangkan untuk operasionalnya dari DLH.

Sebelumnya ada pula sudah terbangun TPST Pandansari oleh Dinas PU. Alokasi anggaran dari bantuan keuangan Pemprov Kaltim Tahun 2023.

"Tahun ini dibangun lagi TPST di Graha Indah dan Kilometer 12," tuturnya. Pihaknya menargetkan setiap TPST mampu mengurangi sampah 5-10 ton per hari.

Namun target ini akan dilakukan secara bertahap. "Mungkin saat awal operasi tidak bisa langsung maksimal. Ada tahapannya dulu sampai benar-benar optimal," tutupnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan #pengelolaan sampah