BALIKPAPAN - Usia TPA Manggar kini diperkirakan mampu bertahan tiga tahun lagi hingga 2028. Tersisa satu zona yang masih tersedia yakni Zona 7. Pemkot Balikpapan berupaya melakukan gerakan pengurangan sampah sejak dari sumber yakni rumah tangga. Harapannya menekan volume sampah yang dikirim ke TPA Manggar.
Pengurangan sampah di rumah tangga merupakan upaya tahap awal. Kemudian untuk menekan lagi dilakukan pengolahan di bank sampah. Tidak hanya bank sampah, melainkan beberapa fasilitas pendukung. Seperti tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), material recovery facility (MRF), dan intermediate treatment facility (ITF).
"Semua dalam rangka pengurangan sampah ke TPA Manggar," ujar Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana. Misal TPST Pandansari yang sudah operasional. Lokasinya berdekatan dengan IPAL Pandansari di Jalan Pandan Arum. Fasilitas ini dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum menggunakan bantuan keuangan Pemprov Kaltim Tahun 2023.
"Harapannya nanti yang masuk ke TPA tinggal residu sampah," imbunya. Artinya sisa-sisa sampah yang tidak bisa diolah lagi dari tahapan sebelumnya baru masuk ke TPA Manggar. Dirman berharap, warga ikut bergerak mendukung pengurangan sampah dengan memih sejak dari rumah. Itu sangat luar biasa membantu dan berdampak menekan volume sampah.
"Targetnya kami bisa pengurangan sampah hingga 50 persen ke TPA," imbuhnya. Dia menjelaskan, program pemilahan sampah di Balikpapan dapat mengurangi sampah 30 persen.
Namum Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan daerah bisa mengurangi sampah hingga 50 persen. Balikpapan masih punya target mengejar kekurangan 20 persen. Dia berharap keberadaan berbagai fasilitas bisa mengejar target pengurangan sampah tersebut. Serta tidak kalah penting ada kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki