KALTIMPOST.ID-Semangat literasi di kalangan santri Sekolah Menengah Hidayatullah Raadhiyatan Mardhiyyah Putri Balikpapan terus digelorakan.
Tahun ini, pihak sekolah kembali mengadakan program Kunjungan Literasi Tahunan di Kaltim Post dan Balikpapan TV (BTV) sebagai bagian dari pembelajaran langsung tentang dunia media dan jurnalistik.
Kegiatan yang berlangsung Kamis (30/10) mulai pukul 10.00 Wita itu dipandu langsung oleh redaktur Kaltim Post, Muhammad Ridwan.
Kegiatan itu melibatkan 56 santri dari tingkat MTs hingga MA, serta guru pendamping dengan total 64 orang.
Mereka mendapat pengalaman langsung mengenai proses kerja jurnalistik mulai pencarian berita, penulisan, hingga penyiaran dan penerbitan di media massa.
Menurut Mukhlisah selaku Wakil Kepala Kesiswaan, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk memperluas wawasan siswa terhadap dunia literasi digital dan komunikasi massa.
“Kami ingin para santri tidak hanya pandai membaca dan menulis, tapi juga memahami bagaimana informasi dibentuk, diverifikasi, dan disebarkan ke publik,” ucap Mukhlisah.
Program literasi itu bukan kegiatan tunggal. Sekolah yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan tersebut telah mengembangkan berbagai kegiatan literasi secara berkesinambungan.
Di antaranya adalah kerja sama penerbitan buku dengan Nyalanesia yang telah berjalan selama tiga tahun.
Setiap tahun, madrasah ini menerbitkan tiga buku karya santri dan guru, mencakup kumpulan cerpen, puisi, serta catatan reflektif.
Selain itu, momentum Hari Santri Nasional pada 22 Oktober juga dijadikan ajang Festival Literasi yang memuat empat kategori lomba menulis cerpen, menulis puisi, membuat komik, dan merancang poster.
Festival itu diikuti siswa dari kelas 7 hingga 12, dengan sejumlah peserta muda menunjukkan prestasi gemilang.
“Ada santri kelas 7 yang sudah berani menulis dan menjuarai lomba puisi. Ini bukti bahwa semangat literasi bisa tumbuh sejak dini,” tambah Mukhlisah.
Ia menegaskan bahwa kegiatan literasi seperti kunjungan media ini sangat penting untuk membekali siswa menghadapi tantangan era digital.
“Literasi bukan sekadar membaca buku, tapi kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan berkontribusi melalui tulisan atau karya. Kami ingin santri Hidayatullah menjadi generasi yang berani menulis dan menyuarakan gagasannya,” tuturnya.
Dalam proses belajar, madrasah ini juga memfasilitasi siswa dengan laboratorium komputer sebagai sarana riset dan eksplorasi, mengingat penggunaan gadget pribadi dibatasi di lingkungan pesantren.
Ke depan, madrasah ini berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem literasi melalui kegiatan pelatihan menulis, lomba penelitian, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dan media.
“Kunjungan literasi ke Kaltim Post dan BTV diharapkan tidak hanya menjadi ajang belajar di luar kelas, tetapi juga membuka cakrawala baru bagi para santri dalam memahami pentingnya informasi dan jurnalisme yang bertanggung jawab di tengah derasnya arus digitalisasi,” pungkasnya. (rd)
ULIL MUAWANAH
Editor : Romdani.