BALIKPAPAN - Pembangunan unit sekolah baru (USB) di Kota Minyak dipastikan kembali berlanjut tahun depan. Kali ini rencananya Pemkot Balikpapan akan membangun sekolah di kawasan Perumahan Grand City.
Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik mengatakan, saat ini tahapan persiapan masih berjalan. Salah satunya proses pengalihan aset lahan dari pengembang ke Pemkot Balikpapan.
“Karena lahan ini merupakan fasilitas umum pendidikan dengan luas kurang lebih satu hektar,” ucapnya. Ada pun lokasi berada di belakang Food Center Grand City. Dekat dengan cluster El-Como.
Irfan berharap, proses administrasi penyerahan aset fasum bisa rampung tahun ini. Sehingga tahun depan pihaknya sudah dapat memulai proses pembangunan sekolah. “Detail engineering design (DED) sudah ada,” tuturnya.
Disdikbud berencana membangun sekolah terpadu. Namun tahap awal ini, pihaknya akan mendahulukan pembangunan SMP.
Tahun berikutnya dibangun SD. Mengingat biasanya pekerjaan konstruksi akan memakan waktu setahun, targetnya SMP ini bisa digunakan pada Tahun Ajaran 2027/2028.
“Daya tampung untuk Balikpapan Utara. Jalan ini tembus dari sisi Jalan MT Haryono dan Jalan Soekarno Hatta,” ujarnya. Sebelumnya Bunda PAUD Nurlena Rahmad Mas’ud telah meninjau lokasi rencana pembangunan USB.
“Nantinya akan dibangun sekolah terpadu mulai dari TK, SD, hingga SMP negeri,” katanya. Menurutnya ini sesuai dengan visi misi wali kota Balikpapan untuk memperluas akses pendidikan.
Serta mendukung program wajib belajar 13 tahun yang mulai digalakkan di Kota Beriman. “Dengan minimal 1 tahun jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) sebelum memasuki SD,” bebernya.
Dia berharap dari pembangunan sekolah ini nantinya semakin banyak anak-anak di Balikpapan menikmati layanan pendidikan. Secara merata, bermutu, dan berkelanjutan.
“Semoga rencana ini bisa terealisasi berkat fasilitasi pemerintah kota,” ucapnya. Sehingga anak-anak di Balikpapan menjadi cerdas menuju generasi Indonesia Emas 2045. (*)
Editor : Sukri Sikki