BALIKPAPAN - Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mewakili Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni membuka kegiatan Forum Konsultasi Publik RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dan launching proyek perubahan, Kamis (13/11).
Ia hadir secara daring yang tersambung melalui Zoom. Jaya mengapresiasi empat inovasi atau proyek perubahan yang dimiliki RSKD Balikpapan. Dalam rangka peserta pelatihan kepemimpinan nasional (PKN) II di Kaltim.
Serta kegiatan forum konsultasi publik (FKP) 2025. Menurutnya ini upaya mendekatkan layanan badan publik secara rutin setiap tahun. Targetnya memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan.
Dia menambahkan, FKP menjadi ajang antar penyedia layanan, pengguna, dan pemangku kebijakan memberi pelayanan yang terbaik. Terutama dalam bidang kesehatan.
“Kesehatan menjadi hak dasar dari warga negara untuk mendapat layanan,” sebutnya. Ini salah satu tugas wajib bagi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan.
Sesuai RPJMN dan RPJMD, kegiatan konsultasi publik hal yang penting dan strategis. Mengingat sudah menjadi hak bagi masyarakat mendapat layanan dari pemerintah.
“Perlu dilakukan forum konsultasi publik untuk menguatkan komitmen dalam memberi layanan terbaik kepada masyarakat,” sebutnya. Jaya mengakui, beberapa inovasi memang harus dilakukan untuk menguatkan sistem.
Seperti empat inovasi yang kini sedang dikembangkan RSKD. “Saya melihat inovasi ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat mendapat layanan terbaik,” sebutnya.
Baik inovasi dalam kemudahan komunikasi, jaminan, kompetensi SDM, dan efektivitas kegiatan belanja obat dan bahan medis habis pakai. Dia berharap setelah launching dan implementasi nanti, RSKD akan memberi pelayanan terbaik.
“Bisa memuaskan seluruh pasien terutama berkaitan dengan pasien laka lantas,” ujarnya. Kemudian RSKD mampu meningkatkan efisiensi tata kelola keuangan maupun bidang pelayanan SDM.
“Empat proyek perubahan ini merangkum efektivitas pelayanan badan publik RSKD. Saya melihat ini hal yang baik dan positif. Apalagi RSKD akan mengadaptasi akreditasi internasional,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan