Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sebelum Enam Anak Tewas, Warga Graha Indah Balikpapan Sudah Keluhkan Kubangan Tanpa Pembatas

Dina Angelina • Rabu, 19 November 2025 | 05:35 WIB
Ketua RT 37 Kelurahan Graha Indah Andi Firmansyah (FOTO DINA ANGELINA/KP)
Ketua RT 37 Kelurahan Graha Indah Andi Firmansyah (FOTO DINA ANGELINA/KP)

KALTIMPOST.ID-Sebelum insiden nahas yang menyebabkan enam anak meninggal dunia, Senin (17/11) sore. Warga sekitar sudah menaruh perhatian terhadap kondisi kubangan setahun terakhir.

Sebab akses menuju kubangan tidak memiliki pembatas apa pun. Ketua RT 37 Kelurahan Graha Indah Andi Firmansyah menyayangkan selama ini pihak perumahan tidak pernah berkoordinasi.

“Apabila ada pekerjaan di lingkungan dua RT di kawasan itu. Kami tidak pernah diberi tahu,” ungkapnya. Walhasil masyarakat tidak tahu apa yang sedang terjadi pada proyek tersebut.

Dia memohon kerja sama dari Pemkot Balikpapan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Menurutnya jika waktu itu ada saluran air dibuat untuk jalan air turun, tentu kejadian ini tak akan terjadi.

“Jaraknya hanya sekitar lima meter. OPD teknis pasti tahu bagaimana mengalirkan air,” sebutnya.

Andi menjelaskan, kerap menerima komplain. Sebab sekitar 85 persen lahan di RT 37 bermasalah.

Pekerjaan di beberapa titik terhenti karena masalah tersebut. “Kami sering dilibatkan dalam RDP (rapat dengar pendapat) dengan Komisi I, ditelepon camat dan lurah,” imbuhnya. Namun sering isi surat berbeda dengan pihak yang datang.

“Saya mohon, jangan jadikan warga kami sebagai tumbal,” pintanya. Setiap kegiatan sebaiknya direncanakan terlebih dulu dengan benar. Jangan bekerja dulu baru membuat rencana.

Menurutnya kejadian itu imbas karena tidak ada rencana matang dan tak pernah ada pembahasan sejak awal. “Sudah ada korban, baru ada pertemuan seperti ini,” tuturnya.

Dia berharap, seharusnya sebelum memakan korban semua pihak bisa duduk bersama dulu. Sehingga bisa dilakukan antisipasi atau dampak dari kegiatan.

“Saya mohon dengan sungguh-sungguh, jangan jadikan warga kami sebagai korban dari kelalaian perusahaan,” ungkapnya. Terlebih ada klaim menolak kepemilikan kubangan.

Menurutnya mungkin benar secara legalitas masih belum jelas. Namun yang pasti kubangan ini terbentuk usai ada kegiatan di sekitarnya. Ini merupakan rangkaian faktor sebab dan akibat.

Dia mengibaratkan tidak mungkin rokok terbakar kalau tidak ada api. “Apakah kubangan itu terjadi karena hantu yang bekerja? Atau karena ada alat berat yang bekerja di sana?,” tegasnya.

Andi mengingatkan agar tanggung jawab kejadian ini jangan dibuat rumit. Mengingat ada enam korban jiwa terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki.

“Untuk OPD-OPD yang mengeluarkan izin lahan, tolong benar-benar dikaji kembali,” tegasnya. Dia memohon, pagar segera terpasang di lokasi tersebut.

Tentu lebih cepat lebih baik untuk menjaga keamanan kubangan tersebut. “Jangan tunggu ada korban lagi. Jangan tunggu ada konflik lagi di sana,” harapnya. (gel/rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #graha indah balikpapan #Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud #Kutai Barat