Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Titik Banjir Mulai Bergeser ke Beller hingga Mufakat, Penanggulangan Dilanjutkan Bertahap

Dina Angelina • Minggu, 23 November 2025 | 17:22 WIB
Kabid SDA dan Drainase Dinas PU Balikpapan Jen Supriyanto
Kabid SDA dan Drainase Dinas PU Balikpapan Jen Supriyanto

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dalam melakukan perbaikan drainase, Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengacu pada masterplan drainase. Ini dokumen dasar yang menggambarkan kondisi ideal saluran-saluran di Kota Minyak.

“Termasuk yang masih belum memenuhi standar. Baik dari sisi dimensi maupun kapasitas,” kata Kabid SDA dan Drainase Dinas PU Jen Supriyanto. Meski perbaikan dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Tentu tidak semua titik banjir dapat selesai sekaligus. Jen menjelaskan, pihaknya mencatat ada sekitar 64 titik banjir. Penanganan juga sudah dilakukan berdasarkan skala prioritas.

Menurutnya beberapa titik sudah berkurang dan data akan terus diperbarui. “Masalahnya titik banjir ini bersifat dinamis. Namun bisa bergeser seiring penanganan di lapangan,” ucapnya.

Contohnya kondisi banjir di Jalan MT Haryono. Dulu area yang sering banjir sekitar Telkom. Kini setelah perbaikan saluran di sepanjang jalur tersebut, titik banjir telah bergeser ke ujung Jalan Beller.

Sebab di kawasan Gang Mufakat dan sekitarnya masih terjadi penyempitan drainase. “Jadi penanganan banjir sifatnya menggeser beban air dari satu titik ke titik lain sesuai progres pekerjaan,” imbuhnya.

Dia meminta pengertian karena pengendalian banjir harus dilakukan bertahap. Sementara itu, Balikpapan memiliki dua DAS besar yang paling berpengaruh terhadap banjir.

Pertama, DAS Klandasan Kecil yang mencakup kawasan Antasari hingga Plaza Balikpapan. “Ini adalah titik banjir utama di tengah kota,” sebutnya. Kemudian DAS Klandasan Besar atau yang biasa disebut DAS Ampal.

“Hulu DAS ini berada di area Pasar Segar yang mengalir melalui Jalan Beller, Mufakat, hingga Hotel Zurich dan bermuara di BSB,” bebernya. Selain dua DAS besar, ada pula DAS-DAS kecil yang mempengaruhi banjir.

“Terutama di wilayah timur dan utara,” sebutnya. Namun tetap yang paling dominan menyumbang banjir yakni DAS Klandasan Kecil dan DAS Klandasan Besar. Sehingga prioritas pengendalian banjir di DAS tersebut. (*) 

Editor : Ismet Rifani
#penanggulangan banjir Balikpapan #Dinas PU Balikpapan #Jen Supriyanto