BALIKPAPAN - Menuju akhir tahun 2025, penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) masih terus berproses. Khususnya pada sektor pajak daerah yang menjadi penopang terbesar. Seperti diketahui, target PAD Balikpapan 2025 setelah APBD Perubahan sebesar Rp 1,3 triliun. Ada pun pajak daerah berkontribusi dengan target Rp 1,1 triliun. Ada kenaikan sekitar Rp 200 miliar dari APBD murni ke APBD perubahan.
Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) mencatat, data per 30 oktober realisasi sudah mencapai 80 persen dari target Rp 1,3 triliun. “Jadi penerimaan yang sudah masuk hampir Rp 900 miliar,” kata Kepala BPPDRD Idham.
Itu berasal dari seluruh jenis pajak. Mulai dari PBB, BPHTB, PBJT, pajak hotel dan restoran, dan sebagainya. “Insyaallah kami optimis sampai akhir tahun ini progres pajak daerah tetap bisa mencapai target,” ucapnya. BPPDRD dengan waktu yang tersisa sekitar satu bulan terakhir mengerahkan segala upaya. “Kami tetap semangat untuk akselerasi mempercepat pencapaian pajak daerah,” imbuhnya.
Baca Juga: Tahun Depan Masih Ada Perbaikan Drainase, Prioritas Pemkot Balikpapan di Kawasan Jalan MT Haryono
Dia mengakui, tahun ini cukup menantang bagi pajak daerah. Apalagi setelah beberapa bulan lalu sempat terjadi gejolak atas efek ekonomi nasional dan kenaikan pajak. Itu turut berdampak ke Balikpapan.
Namun dengan berbagai kondisi tersebut, BPPDRD tetap sesuai tugas mengejar target yang telah ditetapkan. Mengingat pajak daerah menjadi salah satu sumber pembiayaan kota. “Pelayanan publik, BPJS Kesehatan dan seragam gratis sampai infrastruktur berasal dari pajak daerah,” ungkapnya. Idham mengingatkan kembali kepada warga agar taat dan patuh membayar pajak.
Artinya apa yang dibayarkan oleh warga akan kembali juga. Dia memberi contoh kontribusi pajak daerah terlihat dari proyek penataan di Jalan MT Haryono. “Sekarang daerah ini bisa semakin berkembang,” tutupnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki