Baca Juga: Cabor Judo Sumbang Tiga Medali Emas di Popda XVII, PJSI Bontang Punya PR Terkait Regenerasi Atlet
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kampung Bungas terus menunjukkan geliat perubahan dan inovasi. Lingkungan yang bersih dan sehat bukan hanya menjadi identitas, tapi juga modal untuk menumbuhkan berbagai kegiatan produktif.
Setelah meraih penghargaan Clean, Green, and Healthy (CGH) tingkat Kota Balikpapan, semangat warga untuk meningkatkan kualitas hidup semakin membara. Penghargaan itu menjadi titik awal untuk berbagai program strategis ke depan.
Baca Juga: Kampung Bungas Juara 1 CGH Balikpapan, Warga Rayakan dengan Syukuran
Salah satu target yang sedang disiapkan adalah partisipasi dalam lomba Aku Hatinya PKK tahun 2026, serta pelaksanaan program Kampung Iklim (Proklim).
Tidak berhenti di situ, Kampung Bungas juga menoreh langkah besar dengan menjalin kerja sama strategis bersama Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Kerja sama ini berlangsung selama tiga tahun, mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2028.
Menurut Suwanto, Pembina Kampung Bungas sekaligus Anggota DPRD Balikpapan, kerja sama ini fokus pada pengembangan Kampung Bungas menjadi destinasi wisata yang unik, berbasis Buah, Bunga, dan Sayur.
“Program dari ITK akan disesuaikan dengan kebutuhan dan aspirasi warga, sehingga tidak ada yang terlewat. Diskusi bersama warga menjadi landasan setiap perencanaan dan pelaksanaan program,” jelas Suwanto.
Warga Kampung Bungas akan terlibat langsung dalam pembangunan, dengan semangat gotong royong dan partisipasi aktif. Bantuan dari ITK dipastikan akan mendukung berbagai proyek yang telah direncanakan, agar dampak positifnya dirasakan secara berkelanjutan.
Salah satu program menarik adalah pengembangan kampung literasi yang menyoroti sosok Hendriawan Sie, pahlawan reformasi yang belum banyak dikenal publik.
“ITK akan membantu menggali lebih dalam tentang sosok beliau, sekaligus menginspirasi warga agar bangga dengan tokoh lokal,” tambah Suwanto.
Dengan kolaborasi ini, Kampung Bungas tidak hanya akan menjadi lingkungan hijau dan sehat, tetapi juga destinasi wisata edukatif yang mampu memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. (*)
Editor : Ery Supriyadi