KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan transformasi posyandu yang memberikan pelayanan kesehatan dasar yang lebih terintegrasi untuk semua siklus kehidupan, mulai dari bayi, balita, ibu hamil, hingga lansia.
Tujuannya adalah untuk mendekatkan layanan kesehatan, memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat, serta meningkatkan cakupan layanan primer yang komprehensif dan berkualitas.
UPTD Puskesmas Sumber Rejo terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi posyandu. Transformasi ini merupakan langkah penting yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar masyarakat melalui posyandu di enam bidang standar pelayanan minimal (SPM).
Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sumber Rejo awalnya terdapat 59 posyandu aktif yang tersebar di berbagai RT. Pada tahap transformasi dilakukan proses penggabungan dan penguatan sehingga kini terbentuk 27 posyandu terintegrasi.
Dijelaskan Kepala UPTD Puskesmas Sumber Rejo dr Ummi Sartika Almady, penggabungan ini tidak mengurangi akses masyarakat, justru memperkuat layanan karena setiap posyandu kini dilengkapi SDM, sarana, dan layanan yang lebih lengkap sesuai standar ILP.
“Puskesmas Sumber Rejo melihat transformasi posyandu sebagai momentum penting meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Fokus utama tentunya berada pada SPM bidang kesehatan yang sangat linier dengan kegiatan posyandu yang selama ini sudah berjalan,” ungkapnya.
Agar para kader mampu menjalankan peran yang semakin luas, Puskesmas Sumber Rejo menerapkan dua strategi utama yaitu pada peningkatan kapasitas dan kompetensi kader dan juga pendampingan intensif.
Petugas puskesmas secara aktif mendampingi kader dalam penyelenggaraan kegiatan posyandu, termasuk pemantauan, pencatatan, pelaporan, dan edukasi ke masyarakat.
Transformasi Posyandu membawa konsekuensi meningkatnya tugas kader. Oleh karena itu, dukungan dari seluruh pihak untuk memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Keberhasilan posyandu terintegrasi tidak hanya bergantung pada puskesmas dan kader saja. Diperlukan dukungan lintas sektor yang aktif, seperti pembinaan formal berkelanjutan dari pemerintah, ajakan persuasif kepada masyarakat untuk rutin datang ke posyandu, dukungan operasional dan fasilitas agar kegiatan berjalan lancar.
“Dengan layanan yang menyentuh seluruh siklus hidup, kader yang semakin terlatih, serta dukungan kuat lintas sektor, Posyandu ILP diyakini mampu menjadi ujung tombak peningkatan derajat kesehatan di wilayah Sumber Rejo,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto