Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

UPTD Puskesmas Gunung Bahagia Gelar Lokakarya Mini Triwulan IV, Perkuat Sinergi Lintas Sektor dan Transformasi Posyandu

Supriyono Lupus • Rabu, 26 November 2025 | 15:27 WIB
LINTAS: Lokakarya Mini Triwulan IV UPTD Puskesmas Gunung Bahagia dipimpin Kepala Puskesmas Sulaiman (depan tengah), dengan peserta lintas sektor dari dua kelurahan wilayah kerja.
LINTAS: Lokakarya Mini Triwulan IV UPTD Puskesmas Gunung Bahagia dipimpin Kepala Puskesmas Sulaiman (depan tengah), dengan peserta lintas sektor dari dua kelurahan wilayah kerja.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – UPTD Puskesmas Gunung Bahagia melaksanakan Lokakarya Mini (Minlok) Triwulan IV, Rabu (26/11), di aula puskesmas. Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya, termasuk Kelurahan Sungainangka.

Kepala UPTD Puskesmas Gunung Bahagia Sulaiman menjelaskan pembinaan kesehatan dilakukan secara berjenjang dan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

“Dengan wilayah kerja yang luas dan kunjungan masyarakat yang terus meningkat, Puskesmas Gunung Bahagia berkomitmen meningkatkan standar pelayanan. Dari sisi SDM, kebutuhan tenaga kesehatan telah terpenuhi sehingga fokus ke depan adalah memperbaiki kualitas pelayanan internal,” ungkapnya.

Dalam (Minlok) Triwulan IV banyak hal yang dibahas mulai dari isu-isu kesehatan prioritas seperti Stunting, Demam Berdarah Dengue (DBD), Tuberkulosis (TB), serta capaian SPM yang semakin membaik dan diharapkan dapat mencapai 100 persen melalui kerja sama lintas sektor yang terus diperkuat setiap tiga bulan.

Namun, salah satu pembahasan penting dan menjadi tantangan yang masih dihadapi adalah jumlah kader dan keberadaan gedung posyandu yang mempengaruhi aktivitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Sulaiman menjelaskan sebagian posyandu yang ada di Kelurahan Gunung Bahagia dan Kelurahan Sungainangka direncanakan untuk digabung (merger), namun keputusan ini tidak dapat dilakukan sepihak. Prosesnya harus melalui koordinasi dengan warga, RT, dan kader. Pembahasan terkait penggabungan posyandu pun telah beberapa kali dibahas dalam minlok.

“Targetnya pada 2026, seluruh proses transformasi posyandu dapat menemukan titik terang dan berjalan optimal,” ungkapnya.

Saat ini, posyandu sedang dalam proses pendataan oleh kelurahan, diajukan SK-nya ke kecamatan, kemudian diteruskan ke DP3AKB. Setelah itu, DP3AKB akan meregistrasikan posyandu ke kemendagri.

Dengan era transformasi saat ini diharapkan seluruh posyandu di wilayah Puskesmas Gunung Bahagia sudah ter-Integrasi Layanan Primer (ILP) yang artinya melayani semua siklus hidup mulai dari ibu hamil, bayi-balita, remaja, dewasa hingga lansia. Serta mengacu pada enam bidang yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, trantibum-linmas dan bidang sosial.

Sulaiman menegaskan bahwa puskesmas tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya.

“Diharapkan efektivitas pelayanan makin meningkat dan seluruh target kinerja dapat tercapai,” pungkasnya. (*)

 

 

Editor : Duito Susanto
#lintas sektoral #Lokakarya Mini #Puskesmas Gunung Bahagia