Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Target Rupiah ke Rp15.000 per Dolar AS, Realistis atau Sekadar Optimisme?

I
Penulis: Ilmidza❯
MELEMAH: Rupiah yang kian melemah terhadap dolar.(dtc)
MELEMAH: Rupiah yang kian melemah terhadap dolar.(dtc)

Advertisement

 KALTIMPOST.ID, Target penguatan rupiah hingga berada di level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memicu perhatian banyak pihak. Pernyataan tersebut muncul saat nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan akibat dinamika ekonomi global dan sentimen pasar.

Purbaya meyakini penguatan mata uang domestik menuju level tersebut masih memungkinkan terjadi. Menurutnya, sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk pengelolaan devisa hasil ekspor serta upaya meningkatkan arus modal masuk ke dalam negeri, dapat menjadi faktor pendukung penguatan rupiah.

Ia menilai tambahan pasokan valuta asing yang masuk ke pasar domestik berpotensi membantu menjaga stabilitas nilai tukar. Selain itu, kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi nasional disebut mulai menunjukkan sinyal perbaikan.

Advertisement

Meski optimisme pemerintah cukup besar, pandangan berbeda datang dari sejumlah ekonom dan analis pasar. Mereka menilai target rupiah kembali ke Rp15.000 per dolar AS masih menghadapi tantangan berat jika melihat posisi kurs saat ini.

Beberapa pengamat menilai pelemahan rupiah yang telah terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat peluang kembali ke level tersebut tidak mudah diwujudkan dalam waktu singkat. Tekanan eksternal, pergerakan pasar global, serta kondisi ekonomi dalam negeri dinilai tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.

Analis mata uang juga mengingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi internasional masih berpotensi memengaruhi arah pergerakan kurs. Dalam kondisi tertentu, tekanan terhadap rupiah bahkan diperkirakan masih dapat berlanjut.

Advertisement

Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat bergerak mendekati Rp17.900 per dolar AS dan memunculkan kekhawatiran pelaku pasar. Situasi itu membuat target penguatan ke Rp15.000 menjadi bahan perdebatan antara optimisme pemerintah dan kalkulasi para analis.

Kini, perhatian publik tertuju pada efektivitas kebijakan yang akan ditempuh pemerintah dalam menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendorong penguatan nilai tukar di tengah tantangan ekonomi global.

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sektor Nonmigas Selamatkan Neraca Perdagangan Balikpapan, Surplus Capai 278,52 Juta Dolar

Sektor Nonmigas Selamatkan Neraca Perdagangan Balikpapan, Surplus Capai 278,52 Juta Dolar

Sektor nonmigas mencatat surplus perdagangan sebesar 278,52 juta dolar AS pada Maret 2026. Kinerja ini menjadi penopang utama.

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS: Tekanan Global, APBN yang Berat, dan Ancaman bagi Daya Beli Rakyat

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS: Tekanan Global, APBN yang Berat, dan Ancaman bagi Daya Beli Rakyat

Pada pertengahan Mei 2026, nilai tukar rupiah kembali mencatat pelemahan signifikan hingga menembus kisaran Rp17.500 per dolar

Rupiah Tembus Rp 17.600 per Dolar AS, Warga Kaltim Bersiap Hadapi Lonjakan Harga Pangan dan Biaya Hidup

Rupiah Tembus Rp 17.600 per Dolar AS, Warga Kaltim Bersiap Hadapi Lonjakan Harga Pangan dan Biaya Hidup

Jika tren penurunan nilai tukar ini terus berlanjut tanpa respons kebijakan yang kuat, masyarakat diprediksi akan segera merasakan dampak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer