KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Usai pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD). Sejumlah pembangunan infrastruktur harus tertunda di Kota Minyak. Salah satunya pasar induk di KM 5,5 Balikpapan Utara.
Sementara pembangunan pasar induk sudah mendesak. Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar mengatakan, pihaknya dari sisi perencanaan sudah menyusun masterplan pasar induk tahun ini.
Seharusnya jika mengikuti rencana, masterplan dilanjutkan dengan pembangunan fisik pada 2026. Sayang impian ini buyar karena badai pemangkasan dana TKD.
“Kami berharap master plan yang sudah selesai tahun ini bisa mendapat bantuan dari APBN,” katanya. Mengingat biaya pembangunan bisa berasal dari beberapa sumber. Di antaranya APBD kota, bantuan keuangan, dan APBN.
“Jadi intinya untuk pembangunan kami masih menunggu bantuan pembiayaan,” sebutnya. Sebab dipastikan pembangunan fisik pasar induk tidak ada tahun depan dalam APBD kota.
Efek kebijakan pemerintah pusat melakukan penyesuaian TKD. Balikpapan kehilangan dana transfer hingga Rp 1,05 triliun. “Dinas Perdagangan mendapat pemangkasan sekitar 66 persen,” sebutnya.
Namun dia berharap besar, ada bantuan pembiayaan dari pusat melalui APBN. Sehingga pembangunan pasar induk tidak terhambat. “Pasar induk ini memang dibutuhkan untuk kota-kota yang wilayah konsumtif,” tuturnya.
Artinya bukan daerah penghasil seperti Balikpapan. “90 persen pasokan pangan di sini dipasok dari Jawa dan Sulawesi,” imbuhnya. Sebagai solusi ketahanan pangan butuh kebijakan pemerintah.
Seperti Balikpapan bisa menyiapkan prasaran sarana dan utilitas (PSU) dalam bentuk pasar induk. “Ini bukan distribusi untuk Balikpapan. Tapi untuk wilayah sekitarnya seperti IKN,” tandasnya. (*)
Editor : Duito Susanto