KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – UPTD Puskesmas Damai, Balikpapan, menunjukkan komitmen dalam pembinaan kesehatan masyarakat melalui inovasi Asman Toga Akupresur. Program ini merupakan strategi pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan tanaman obat keluarga (Toga) dengan teknik akupresur untuk menangani keluhan kesehatan ringan secara mandiri.
Dijelaskan apt. Rifazul Aulia Rahman, S.Farm, PJ Pelayanan Obat Tradisional (Yankestrad) Puskesmas Damai, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam dan mengolah tanaman herbal. Pengetahuan tentang akupresur—teknik pijat pada titik-titik tubuh tertentu—juga diajarkan untuk meredakan gejala seperti pusing atau pegal.
"Dengan demikian, puskesmas tidak hanya menyembuhkan tetapi membekali masyarakat dengan kemampuan untuk menjaga kesehatannya sendiri," ujarnya.
Pemberdayaan ini terbukti berhasil, ditandai dengan prestasi konsisten warga binaan puskesmas di perlombaan tingkat provinsi. Pada 2024, RT 6 Kelurahan Damai Baru berhasil meraih juara satu. Sedangkan pada 2025 juara Harapan Satu Provinsi Kaltim juga diraih di RT 40 Kelurahan Damai dengan inovasi spesifik yang berfokus pada penanganan stunting.
"Di RT 40, program Asman Toga dikembangkan menjadi sebuah siklus kesehatan yang cerdas. Masyarakat mengolah sampah organik menjadi kompos, yang kemudian digunakan untuk ditukarkan dengan tanaman bergizi tinggi seperti kangkung dan bayam. Sedangkan olahan kelor menjadi makanan sehat dan menarik bagi anak-anak, seperti es krim dan stik dari daun kelor, sebagai upaya konkret mencegah stunting," ungkapnya.
Peran Puskesmas Damai dalam kesuksesan ini adalah sebagai fasilitator dan pembina. Puskesmas aktif membimbing pembentukan kelompok, membantu administrasi, dan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan hingga dinas kota untuk mendukung keberlangsungan program.
Harapan terbesar dari inovasi ini adalah keberlanjutannya dan menjadi inspirasi bagi RT lain. "Melalui Asman Toga Akupresur, Puskesmas Damai membuktikan bahwa pembinaan kesehatan yang baik mampu memberdayakan masyarakat untuk menciptakan kemandirian kesehatan, dimulai dari lingkungan terdekat mereka,"pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto