KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan menilai ketersediaan stok pangan masih aman. Namun titik persoalan berada di harga. Khususnya saat hari besar keagamaan nasional (HBKN).
Seperti kali ini menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Biasanya komoditas yang mengalami kenaikan harga berasal dari kategori bumbu-bumbuan berpengaruh besar,” ucap Kepala Disdag Balikpapan Haemusri Umar.
Misalnya cabai, tomat, daging, ayam ras, dan sebagainya. Pihaknya berharap kepada pedagang jangan seenaknya menaikkan harga. Alias memanfaatkan momen.
Menurutnya ini merupakan momen berbagi. "Pemerintah sudah menetapkan semua komoditas pangan memiliki harga eceran tertinggi (HET)," tuturnya.
Haemusri berharap seluruh pedagang patuh pada aturan tersebut. Jangan sampai ada yang menjual barang lebih dari HET. "Kami harap kalau bisa ini bulan berbagi lah," sebutnya.
Dia memastikan ada sanksi bagi pedagang yang menjual barang di atas HET. "Karena sesuai dengan peraturan perundang-undangan sanksi bisa sampai pencabutan izin usaha," tuturnya.
Dalam rangka mendukung HBKN, Pemkot Balikpapan melalui Dinas Perdagangan bekerja sama dengan tim pengendali inflasi daerah menggelar pasar murah. Ada beberapa kali kegiatan. Terhitung selama 1-29 Desember 2025.
"Serta pasar murah khusus HKBN rencana digelar pada 13-19 Desember 2025," ujarnya. Ini bekerja sama dengan para distributor komoditas pangan. Mengantisipasi lonjakan harga. (*)
Editor : Duito Susanto