KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - MemasukI Desember, angkutan udara kini bersiap menyambut peak season. Seperti biasa terjadi peningkatan jumlah penumpang pesawat udara dalam momen akhir tahun.
Mengingat ada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Begitu pula di Kaltim, tahun ini diprediksi terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan udara dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Ferdinan Nurdin mengatakan, pemerintah pusat kini bersiap memberikan sejumlah insentif besar menuju momen libur Nataru.
Tepatnya dalam kebijakan penurunan biaya perjalan udara. Menteri Perhubungan memberi instruksi pemberian diskon dan subsidi komponen biaya penerbangan.
“Kami belum bisa menyampaikan angka pasti, tetapi kemungkinan besar lonjakannya akan lebih tinggi dari tahun lalu,” ungkapnya. Namun beberapa insentif bisa diprediksi berkaca dari tahun sebelumnya.
Pertama pemerintah memberikan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 6 persen. Seperti diketahui biasanya PPN ini dibayar oleh penumpang.
Kemudian penyesuaian berbagai komponen tarif layanan bandara. Hingga penurunan harga avtur di 37 bandara. “Itu sangat berpengaruh terhadap biaya operasional maskapai,” sebutnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga memberi diskon pada beberapa komponen biaya bandara. Seperti pelayanan jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U).
Lalu pelayanan jasa kargo dan pos pesawat udara (PJKP2U) dan biaya lainnya yang biasa dibebankan kepada penumpang. Serta operator bandara akan memperpanjang jam operasional selama periode Nataru.
“Ini untuk mengakomodasi pergerakan pesawat dan penumpang yang meningkat,” tuturnya. Dengan berbagai kebijakan tersebut, harga tiket pesawat diperkirakan turun 13-14 persen selama libur Nataru.
Ferdinan menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah. “Sehingga masyarakat bisa menikmati libur panjang dengan biaya yang lebih terjangkau,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani