Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Prediksi Puncak Arus Mudik Nataru 24 Desember 2025 di Bandara SAMS Sepinggan: Diperkirakan Total Penumpang Capai 365.000 Orang

Dina Angelina • Senin, 15 Desember 2025 | 13:26 WIB

 

Aktivitas penumpang di Bandara SAMS Sepinggan mulai mengalami peningkatan pada Senin, (15/11/2025).
Aktivitas penumpang di Bandara SAMS Sepinggan mulai mengalami peningkatan pada Senin, (15/11/2025).
 

BALIKPAPAN - Pergerakan penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan mulai terasa sejak Senin (15/11/2025). Tak sedikit rombongan keluarga yang menempuh perjalanan menggunakan pesawat udara.

Ini sejalan dengan pembukaan Posko Terpadu Angkutan Udara Nataru 2025/2026 di Bandara SAMS Sepinggan. Angkasa Pura Indonesia Regional VI (InJourney Airport) resmi membuka posko terpadu selama 21 hari.

Terhitung 15 Desember 2025 hingga 4 januari 2026. Mulai Bandara SAMS Sepinggan, Bandara Supadio Pontianak, Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, dan Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin serentak membuka posko.

“Kami membuka posko lebih cepat karena ingin terdepan dibanding posko Nataru nasional yang baru berjalan mulai 18 Desember 2025,” kata CEO Angkasa Pura Indonesia Regional VI Farid Indra Nugraha.

Lebih lanjut prediksi puncak arus mudik Nataru wilayah Regional VI pada 24 Desember 2025 dengan penumpang sebanyak 46.190 orang. Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi 4 Januari 2025 dengan penumpang 40.270 orang.

“Khusus di Bandara SAMS Sepinggan, prediksi puncak mudik terjadi 24 Desember 2025 dengan jumlah penumpang 21.169 orang,” katanya. Sedangkan prediksi puncak arus balik pada 4 Januari 2026 dengan 19.059 orang.

Sebagai informasi pada periode nataru tahun sebelumnya tercatat 362.296 orang yang datang dan berangkat dari Bandara SAMS Sepinggan. Tahun ini, pergerakan pesawat diprediksi tumbuh 0,7 persen atau 3.140 pergerakan.

“Kalau untuk penumpang tahun ini kemungkinan tumbuh 1 persen yakni 365.919 penumpang,” sebutnya. Salah satunya efek dari kebijakan pemerintah menurunkan harga tiket dalam negeri sebesar 13-14 persen.

Di antaranya, insentif hingga 50 persen untuk pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U). Serta insentif untuk pelayanan jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U).

Langkah ini turut meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi udara. Angkasa Pura Indonesia bersama stakeholder terkait saling berupaya menjaga kondusifitas Bandara SAMS Sepinggan.

“Personel yang terlibat 817 orang dari internal maupun eksternal,” imbuhnya. Ada pun seluruh fasilitas dan standar operasional prosedur telah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Harapannya dari keberadaan posko terpadu, arus pergerakan di bandara berjalan aman, tertib dan lancar. Bandara-bandara InJourney Airports didukung prosedur Airport Management dengan infrastruktur IT modern.

Seperti Airport Operation Control Center (AOCC) yang merupakan control room untuk mengetahui kondisi operasional secara real-time. Kemudian menerapkan Management Operation based on Traffic (MOT).

Sistem ini memprediksi pergerakan atau kepadatan penumpang di terminal. Selanjutnya memberi rekomendasi optimalisasi fasilitas dan kebutuhan SDM untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik.

“Mari kita memperkuat sinergi dan komunikasi untuk menciptakan suasana mudik yang aman lancar,” sebutnya. InJourney Airports mengaktifkan Posko Nataru secara bersamaan pada 37 bandara mulai 15 Desember 2025. (*)

Editor : Sukri Sikki
#angkasa pura #Nataraka #Posko Terpadu #Farid Indra Nugraha #Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan