KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemerintah pusat menyediakan beberapa opsi agar penyaluran makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan selama siswa libur sekolah. Sehingga muncul pertanyaan publik tentang efektivitas program tersebut.
Berbeda dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN), Balikpapan memilih untuk meniadakan distribusi MBG kepada siswa. Mengingat siswa juga tidak datang ke sekolah.
“MBG pasti libur juga mengikuti jadwal anak sekolah yang sedang libur,” kata Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik. Dia menambahkan, keputusan ini tentu sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait.
Termasuk dengan perwakilan BGN bahwa tidak ada pembagian makan ke sekolah di Balikpapan. Namun bukan berarti distribusi MBG berhenti total. Sebagian penerima masih berjalan.
“MBG tidak hanya untuk sekolah. Ada untuk ibu hamil dan ibu menyusui tetap jalan dan disalurkan langsung ke rumah,” ungkapnya. Namun untuk sasaran sekolah, tidak ada distribusi sementara libur sekolah.
Dia menegaskan tidak ada meminta siswa ambil jatah MBG ke sekolah. Seperti beberapa opsi yang dibahas di tingkat pusat. Sebagai informasi, saat ini MBG baru dirasakan 21.496 siswa di Balikpapan.
Mereka berada di jenjang PAUD, SD, dan SMP. Berdasarkan data Disdikbud Balikpapan per November 2025, jumlah yang belum menerima MBG sebanyak 100.966 siswa.
“Secara keseluruhan persentase penerima MBG di Balikpapan sekitar 17,5 persen,” tuturnya. Rinciannya total penerima MBG sebanyak 685 siswa dari total 15.977 siswa PAUD.
Kemudian untuk jenjang SD yang telah menerima MBG sebanyak 12.256 siswa dari total 68.531 siswa. “Ini setara 17,8 persen siswa penerima MBG di jenjang SD” sebutnya.
Sedangkan penerimaan manfaat jenjang SMP sebanyak 8.555 siswa dari total 29.891 siswa atau 28,6 persen. Serta satuan pendidikan nonformal (SPNF) masih 0 persen alias tidak tersentuh MBG dengan jumlah 8.063 siswa. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo