Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Program MBG di Balikpapan Tetap Berlanjut, dari 10 Kini Menjadi 17 SPPG

Dina Angelina • Kamis, 15 Januari 2026 | 13:13 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Alwiati
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Alwiati

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan rapat koordinasi program makan bergizi gratis (MBG) bersama pemerintah daerah. Kegiatan ini tersambung secara daring pada Kamis, 15 Januari 2026.

Rapat ini sekaligus memastikan MBG sebagai program prioritas pemerintah. Sehingga keberlanjutan MBG tetap berjalan di seluruh daerah sesuai arahan pusat. Meski saat ini masih terjadi polemik dari publik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati mengatakan, pihaknya memberikan dukungan terhadap program MBG. Sesuai tupoksi dengan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

Mulai dari proses pembuatan di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) hingga sampai di satuan pendidikan. “Apalagi tahun ini jumlah SPPG sudah mulai banyak penambahan,” katanya kepada Kaltim Post.

Sebagai informasi, sebelumnya Balikpapan hanya memiliki 10 SPPG. Kala itu, MBG resmi berjalan sekitar Februari 2025. Jumlah penerima manfaat juga terbatas hanya 21.496 siswa.

Sedangkan data terbaru, saat ini total sudah mencapai 17 SPPG yang telah beroperasi. Artinya tambahan 7 SPPG baru yang lokasinya tersebar. Sebagian besar mulai beroperasi pada Desember 2025. 

Di antaranya SPPG Balikpapan Timur, SPPG Balikpapan Tengah, SPPG Balikpapan Utara Karang Joang, SPPG Balikpapan Utara Batu Ampar, SPPG Balikpapan Utara Gunung Samarinda 2, SPPG Balikpapan Selatan Gunung Bahagia, dan SPPG Balikpapan Selatan Damai Baru.

Kemudian ada 7 SPPG lagi yang kini statusnya dalam persiapan operasional. “Kami masih melakukan pelatihan kepada petugas SPPG seperti hari ini berlangsung,” tuturnya.

Pihaknya bersama puskesmas perlu melakukan riset kesehatan lingkungan. Selanjutnya pelatihan pangan siap saji bagi penanggung jawab, penjamah makanan, hingga tenaga cuci piring.

“Kami memastikan semua proses pengolahan pangan sudah sesuai dengan standar keamanan pangan,” ucapnya. Lalu menerapkan prinsip dengan hazard analysis dan critical control point (HACCP).

Seluruh titik-titik kritis di dalam proses produksi makanan menjadi perhatian. “Mulai dari pembelian bahan makanan, pencucian bahan, pengolahan, produksi, pendistribusian hingga dimakan oleh siswa,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#Alwiati #Kesehatan Siswa #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #Dinas Kesehatan Balikpapan #Makan Bergizi Gratis #balikpapan