KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Mengantisipasi anggaran yang terbatas, Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan tahun ini berupaya mencari sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru. Salah satunya dengan melirik bisnis periklanan.
Terlebih wajah Balikpapan mulai semakin cantik dari penggunaan baliho menjadi videotron. Peluang ini juga ditangkap oleh Dishub Balikpapan. Sehingga tak hanya mengandalkan pemasukan dari retribusi parkir, retribusi perizinan, dan lainnya.
Menurutnya videotron tak hanya menjadi media informasi, melainkan pemasukan bagi keuangan daerah. “Kami berharap videotron nanti bisa menyumbang PAD bagi pemerintah kota,” tutur Kepala Dishub Balikpapan M Fadli Pathurrahman.
Terkini sudah ada dua lokasi yang memiliki videotron. Yakni Kantor Dishub Balikpapan dan Kantor Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di Batakan. “Sesuai SOP bisa retribusi videotron dikelola oleh pemilik lokasi,” tuturnya.
Sebelum keputusan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pusat, Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan seharusnya tahun ini mendapat alokasi anggaran Rp 300 miliar.
Kini usai rasionalisasi APBD 2026, anggaran tersisa hanya Rp 200-an miliar. Ini pun sudah diatur untuk beberapa kebutuhan anggaran yang pasti. Seperti kegiatan belanja pegawai dan kegiatan pemeliharaan.
“Selanjutnya kegiatan BKO untuk operasi bersama tim rahasia. Itu juga membutuhkan anggaran yang cukup besar,” ungkapnya. Lalu dana pemeliharaan kendaraan operasional dan renovasi kantor. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo