KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pembangunan fisik Puskesmas Sepinggan Baru sudah rampung pada akhir 2025. Fasilitas kesehatan tingkat pertama ini berlokasi satu kompleks dengan KNPI di Jalan Manuntung Balikpapan Selatan.
“Pembangunan sudah aman sesuai rencana,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati. Bangunan yang terdiri dari dua lantai ini memiliki nilai kontrak Rp 9,9 miliar yang berasal dari APBD 2025.
Kontraktor pelaksana CV Lasari Jaya melakukan pekerjaan konstruksi selama 160 hari kalender. “Nanti akan diresmikan pada momen HUT ke-129 Balikpapan pada 10 Februari,” sebutnya.
Alwiati menjelaskan, Puskesmas Sepinggan Baru menjadi prototipe untuk puskesmas terintegrasi layanan primer. Ini sesuai standar Kementerian Kesehatan bahwa bangunan puskesmas terdiri dari beberapa klaster.
“Mulai klaster satu untuk management, klaster dua untuk kesehatan ibu dan anak, klaster tiga untuk penyakit menular,” bebernya. Semua terintegrasi di dalam satu pelayanan puskesmas.
Termasuk fasilitas hospital disaster plan atau rencana penanggulangan bencana di rumah sakit. Seperti yang sudah ada di Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Gunung Bahagia.
Dua puskesmas ini sudah lebih dulu mendapat renovasi pada tahun 2024. Sementara pembangunan Puskesmas Sepinggan Baru merupakan kali pertama. Akhirnya wilayah ini telah memiliki fasilitas kesehatan sendiri.
Masyarakat di Kelurahan Sepinggan Baru menunggu lebih dari satu dekade. Selama ini bergabung dengan pelayanan Puskesmas Sepinggan. “Warganya paling banyak dan akhirnya kita bangun di sini,” tutupnya. ()
Editor : Nugroho Pandu Cahyo