Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Investasi Balikpapan Tetap Tinggi Meski Proyek RDMP Rampung, Ini Sektor Jagoannya!

Dina Angelina • Rabu, 21 Januari 2026 | 13:59 WIB
Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi
Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan optimis menatap potensi 2026. Terlebih setelah berhasil membukukan realisasi investasi hingga Rp 27,2 triliun sepanjang 2025.

Namun untuk tahun ini, DPMPTSP Balikpapan masih menunggu penetapan target investasi dari pemerintah kepada daerah. Biasanya setiap provinsi mendapatkan target yang berbeda.

“Selanjutnya dari provinsi yang melakukan break down berapa target investasi ke setiap kabupaten/kota,” kata Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi kepada Kaltim Post, Rabu (21/1).

Sebagai informasi, Pemprov Kaltim mendapat target investasi sebesar Rp 87 triliun dari pusat pada 2025. Sementara Balikpapan diberi target investasi Rp 22 triliun.

Ternyata realisasi investasi mampu mencapai angka Rp 27,2 triliun. Sekarang pihaknya menunggu kabar soal penetapan target investasi tahun ini. Dia memprediksi tren investasi tidak jauh berubah.

Nilai investasi terbesar masih di sektor industri pengolahan kimia dan farmasi. Menurutnya seperti kegiatan pekerjaan di kilang minyak tentu tidak benar-benar rampung.

Namun selalu ada investasi atau pembangunan setiap tahun. Dia menegaskan tidak perlu khawatir realisasi investasi akan lesu usai peresmian proyek refinery development master plan (RDMP).

Contoh pada 2023, RDMP hanya menyumbang investasi sebesar Rp 5 triliun di Kota Beriman. Kenyataannya Balikpapan tetap bisa mendapat realisasi investasi hingga Rp 18 triliun.

“Jangan pesimis walau proyek RDMP sudah selesai karena ada proyek lain masih berjalan,” tuturnya. Misalnya pembangunan pabrik dari Mitra Murni Perkasa (MMP), Apical, dan sebagainya.

“Belum lagi ada potensi dari sektor perumahan dan properti. Yang penting situasi ekonomi masih terjaga,” bebernya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Balikpapan berhasil tembus 7,9 persen.

“Itu berdampak pada kondisi iklim investasi yang aman,” sebutnya. Senada juga dengan penyerapan tenaga kerja yang meningkat cukup signifikan. Tahun 2025, penyerapan tenaga kerja Indonesia (TKI) sebanyak 11.717 orang.

Sementara sebelumnya penyerapan TKI sebanyak 9.730 orang pada 2024 dan 6.647 orang pada 2023. Artinya dalam kurun waktu dua tahun saja penyerapan TKI sudah naik hampir dua kali lipat. (*)

Editor : Duito Susanto
#pertumbuhan ekonomi #pemprov kaltim #investasi balikpapan #kilang minyak #tenaga kerja #kaltim post #rdmp balikpapan #balikpapan #DPMPTSP Balikpapan