KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Proses seleksi anggota polri dilakukan profesional dan berintegritas dilakukan panitia penerimaan Polda Kaltim. Melalui pelaksanaan sidang penentuan menuju pemeriksaan kesehatan (Rikkes) tahap II seleksi Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).
Sidang ini menjadi tahapan penting dalam rangkaian seleksi SIPSS, yang bertujuan memastikan setiap peserta dinilai secara objektif, transparan, dan akuntabel.
“Total terdapat empat peserta yang mengikuti sidang. Tiga di antaranya perempuan. Mereka sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan seleksi administrasi dan tes lainnya,” jelas Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto.
Panitia seleksi memaparkan secara terbuka hasil nilai dan pembobotan dari seluruh tahapan yang telah dijalani peserta. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mengedepankan prinsip keterbukaan agar seluruh peserta dapat memahami hasil yang diperoleh.
Selanjutnya, mekanisme perangkingan dilaksanakan secara terpusat oleh Biro Dalpers SSDM Polri melalui sistem virtual, guna memastikan keseragaman standar penilaian sesuai ketentuan yang berlaku di tingkat Mabes Polri.
Berdasarkan hasil sidang, dua peserta dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan berhak melanjutkan ke tahapan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) tahap II.
Sementara itu, dua peserta lainnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Meski demikian, panitia tetap memberikan konseling dan pembinaan kepada peserta yang TMS sebagai bentuk tanggung jawab institusi, sekaligus bekal evaluasi untuk mengikuti seleksi di masa mendatang.
“Seluruh rangkaian seleksi penerimaan SIPSS dilaksanakan dengan berpedoman pada Prinsip “BETAH”, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis,” tegasnya.
Prinsip ini menjadi landasan utama dalam menciptakan proses rekrutmen yang adil serta mampu menghasilkan calon perwira polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo