Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

14 Rumah Sakit Terbaik dari Malaysia hadir di Balikpapan di Ajang Health In Motion 2026, Ini yang Ditawarkan

Oktavia Megaria • Jumat, 6 Februari 2026 | 16:10 WIB
UNGGULAN: Total 14 rumah sakit unggulan Malaysia hadir di Pentacity Shopping Venue, BSB.
UNGGULAN: Total 14 rumah sakit unggulan Malaysia hadir di Pentacity Shopping Venue, BSB.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Deretan gerai layanan kesehatan hadir di pameran Health In Motion 2026, di Atrium Pentacity Shopping Venue BSB. Pada event yang berlangsung empat hari ini (5-8 Februari) ini turut hadir rumah sakit dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

Disebutkan, Malaysia menjadi negara yang paling banyak mengirimkan perwakilan. Total ada 14 rumah sakit terbaik yang menyediakan layanan di pameran itu, dibawa oleh Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC).

Head of Indonesia Market MHTC Rahmatullah Baragau menjelaskan, kedatangan mereka tentu sebagai langkah pertama dari rangkaian program di tahun 2026. Setelah Balikpapan, mereka juga akan menyambangi kota lain seperti Medan, Surabaya, Jakarta, dan lainnya.

“Nah rangkaian program ini juga untuk mendukung kampanye yang saya bilang tadi. Yaitu kampanye dari Malaysia Year of Medical Tourism yang dengan temanya Healing with Hospitality,” kata dia.

Dipilihnya Balikpapan, lanjutnya, tentu saja bukan tanpa alasan. Mengingat, adanya penerbangan langsung (direct access) yang sudah terbuka.

Selanjutnya, berdasarkan dari data-data mereka, ia berkata memang ada beberapa kasus atau perawatan yang memang menjadi favorit orang Balikpapan. Di mana, rumah sakit anggota MHTC atau Malaysia Year of Medical Tourism bisa menjembatani.

“Contohnya seperti gastroenterologi ya, terus juga ada ortopedi atau bayi tabung,” tambahnya. Di sisi lain, Rahmat menyebut bahwa dengan adanya penerbangan langsung, tentu memberi akses yang lebih mudah dalam opsi medis kedua untuk warga Balikpapan khususnya.

Sebagai wakil dari MHTC atau Malaysia Year of Medical Tourism, ia juga membuka peluang kerja sama untuk instansi pemerintah atau swasta di Balikpapan, agar sama-sama membangun ekosistem medical tourism di Malaysia dan Indonesia.

Sementara itu, dia membeberkan dari data tahun 2024 hingga 2025, kenaikan pasien dari Indonesia ke Malaysia berkisar di angka 25-27 persen.

“Tapi itu sampai data kami hanya sampai September 2025 dulu. Karena setiap saat itu bertambah terus kan ya. Orang kan memutuskan berobat itu bukan hari ini langsung berangkat. Apalagi untuk kasus-kasus yang sangat berat untuk membutuhkan diskusi yang lama dengan anggota keluarga,” jelas dia.

Secara keseluruhan, sambungnya, rata-rata kasus yang ditangani seperti untuk onkologi, kanker, neurologi, ortopedi, gastroenterologi, bayi tabung. Khusus dari Balikpapan sendiri, yang top tiga ada di gastroenterologi, tulang/ortopedi, dan juga bayi tabung.

Dia menilai alasan masyarakat Indonesia berobat ke Malaysia tentu beragam. Salah satunya, secara geografis yang memang lebih dekat dibanding negara lain.

“Juga lebih dekat secara kulturnya. Artinya kita sesama orang nusantara. Jadi hambatan untuk tidak bisa berkomunikasi dengan petugas-petugas medis sana sangat minim,” imbuh Rahmat.

Alasan kedua, ia berkata bahwa biaya berobat ke sana cenderung lebih terjangkau. Karena biaya pengobatan di Malaysia sudah ditentukan dan diatur oleh negara, sehingga rumah sakit tidak bisa seenaknya untuk menaikkan harga.

Walaupun saat ini kondisinya rupiah melemah, secara keseluruhan biaya memang lebih terjangkau. “Dibanding dengan harus beli tiket pesawat, penginapan, kalau ditotalkan semua relatif 30 sampai 50 persen saja. Tergantung dari kondisi dengan treatmentnya, tapi itu akan relatif lebih murah,” pungkas dia. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Health In Motion #pameran #malaysia #balikpapan #rumah sakit #Pentacity