KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Santri TKQ/TPQ Dairoh Tamamul Qudwah mengikuti kegiatan outing class bertema Mengenal Dunia Jurnalistik dengan mengunjungi kantor Kaltim Post di Gedung Biru, Jumat (6/2).
Kepala Sekolah TKQ/TPQ Dairoh Tamamul Qudwah Ida Nurul Novianti menuturkan, kegiatan ini menjadi bagian dari program rutin bulanan lembaga untuk memperkaya wawasan anak melalui pembelajaran di luar kelas. Dia mengatakan outing class kali ini secara khusus diarahkan agar anak-anak mengenal lebih dekat profesi jurnalis serta proses kerja di media massa.
“Untuk kegiatan ini memang kami punya program outing setiap bulan. Pada Februari ini kami jadwalkan anak-anak untuk mengenal kegiatan jurnalis. Akhirnya memilih di Kaltim Post dan alhamdulillah kami diterima dengan baik,” ucap Ida.
Ia menjelaskan, pengenalan dunia jurnalistik sejak dini penting untuk menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus literasi anak. Terlebih, di era digital saat ini banyak anak yang lebih akrab dengan gawai dibandingkan media cetak.
“Harapannya supaya anak-anak ini belajar dan tahu, jurnalis itu seperti apa. Apalagi sekarang kan tidak semua orang membaca koran. Jadi kami ingin mengenalkan bahwa berita itu tidak hanya dari televisi atau media sosial, tetapi juga ada media cetak yaitu koran. Ini bagian dari upaya menumbuhkan literasi sejak dini,” jelasnya.
Selama kunjungan, para santri berkumpul di ruang rapat lantai 3 Gedung Biru Kaltim Post. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai proses pencarian berita, penulisan, hingga bagaimana sebuah berita bisa terbit dan dibaca masyarakat.
Ida juga memaparkan bahwa TKQ/TPQ Dairoh Tamamul Qudwah berdiri sejak 2018. Awalnya lembaga tersebut bergabung dengan lembaga lain, sebelum akhirnya berdiri mandiri pada 2021. “Saat ini alamat kami di Jalan Rambai, Kampung Timur. Alhamdulillah, gedung yang kami gunakan sekarang sudah milik sendiri,” katanya.
Untuk jumlah peserta didik, Ida menyebutkan terdapat 51 santri. Kelas pagi diikuti anak usia 3 hingga 6 tahun dengan kegiatan tahfiz, diniyah, dan daycare. Sementara kelas sore diikuti anak usia 6 hingga 11 tahun dengan fokus pada tahfiz dan mengaji.
“Total santri ada 51 anak, dengan enam orang guru. Insya Allah di tahun ajaran baru nanti kami berharap jumlah santri bisa bertambah,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo