KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Paripurna HUT ke-129 di Hotel Gran Senyiur, Senin (9/2/2026). Meski anggaran perayaan dipangkas drastis, Ketua DPRD Alwi Al Qadri menegaskan penanganan banjir tetap menjadi prioritas utama.
Itu disampaikan usai Rapat Paripurna Masa Sidang II Tahun Persidangan 2025/2026 dengan agenda Peringatan HUT ke-129 Balikpapan. Turut dihadiri pejabat di lingkungan Pemkot Balikpapan dan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).
Alwi menyebutkan, tahun ini ada beberapa fasilitas publik yang sudah dibangun oleh Pemkot Balikpapan dan DPRD Balikpapan. Penandatanganan prasasti juga dilakukan dalam momen rapat paripurna tersebut.
Menurutnya perayaan HUT ke-129 Balikpapan sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Terutama dari sisi kemeriahan. Biasanya anggaran digelontorkan kurang lebih Rp 5-10 miliar.
Sedangkan tahun ini, perayaan HUT hanya mengeluarkan dana Rp 900 juta. Pemerintah memilih merayakan HUT secara sederhana. Tentu tanpa mengurangi makna kebahagiaan bagi masyarakat.
“Ini salah satu bentuk kepedulian Balikpapan kepada daerah-daerah yang terkena musibah. Kita tidak merayakan HUT secara berlebih-lebihan,” ungkapnya.
Meski begitu pihaknya memastikan evaluasi tetap berjalan. Terutama soal tantangan Balikpapan dalam mengatasi banjir. Alwi menyebutkan, penanganan banjir membutuhkan dana sangat besar.
Sebab penanganannya tidak pada satu titik, melainkan beberapa titik dari hulu ke hilir. Sementara saat ini anggaran yang digunakan baru sekitar 10 persen dari total kebutuhan.
“Nominalnya tidak sampai Rp 200 miliar penganggaran untuk penanganan banjir,” tuturnya. Alwi menambahkan, Pemkot Balikpapan bersama DPRD Balikpapan akan selalu berupaya untuk mengurangi titik banjir.
Seperti menganggarkan dana untuk penanganan banjir. Walau di tengah keterbatasan efisiensi anggaran dari pusat karena pemotongan dana bagi hasil (DBH). Itu sangat mempengaruhi kekuatan keuangan kota.
Sehingga banyak program yang tertunda menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Saat ini yang berjalan yakni program skala prioritas. “Kami tidak menghilangkan tapi mengurangi,” sebutnya.
Dia berharap tahun depan, kondisi keuangan Balikpapan bisa stabil lagi. “Pemerintah bisa fokus kembali dalam penanganan banjir,” tandasnya. (*)
Editor : Duito Susanto