KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Suasana hangat mewarnai Rapat Paripurna peringatan HUT ke-129 Kota Balikpapan, Senin (9/2/2026). Momen ini terasa istimewa saat Wali Kota Rahmad Mas’ud menyambut kehadiran Rizal Effendi, sosok yang pernah menjadi duetnya dalam memimpin kota.
Kehadiran Rizal Effendi menjadi yang pertama dalam rapat paripurna sejak kepemimpinan DPRD Balikpapan di bawah Alwi Al Qadri. Ia tampak berbincang akrab dengan Rahmad Mas’ud, diselingi sesi foto bersama.
Pemandangan tersebut mengingatkan kembali pada masa kepemimpinan 2016–2021. Saat itu, Rizal Effendi menjabat wali kota untuk periode kedua, didampingi Rahmad Mas’ud sebagai wakil wali kota.
Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menyampaikan penghormatan atas kehadiran Rizal Effendi yang ia sapa ayahanda, serta Andi Burhanuddin Solong.
“Kehadiran Ayahanda Rizal Effendi semakin menambah semangat dan komitmen kita mewujudkan Balikpapan yang selalu terdepan di Indonesia,” ujarnya.
Usai acara, Rizal Effendi mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Balikpapan. Menurutnya, wajah kota kini terlihat semakin cantik dengan hadirnya taman-taman dan ruang terbuka hijau baru.
Namun, ia mengingatkan masih ada tantangan lama yang belum sepenuhnya teratasi sejak masa kepemimpinannya. Salah satunya adalah penyediaan air bersih dan kemacetan lalu lintas.
Selain itu, keterbatasan akses jalan menjadi persoalan tersendiri. Lebar jalan di Balikpapan dinilai sudah sulit diperluas. “Semua ini menjadi tantangan besar karena Balikpapan menuju kota global,” katanya.
Seiring pertambahan penduduk, kebutuhan air bersih terus meningkat, sementara kemacetan kian terasa. Rizal menilai pembukaan akses jalan baru memang tidak mudah, tetapi tetap harus diupayakan.
Ia juga menyoroti kondisi jalan yang relatif sempit dibandingkan pertumbuhan jumlah kendaraan. Belum lagi tekanan tambahan sebagai kota penyangga menuju Ibu Kota Nusantara.
“Perlu cara untuk mengurai kemacetan. Penyediaan air bersih harus menjadi prioritas,” tuturnya.
Baca Juga: Nasib 11 Juta Peserta PBI BPJS Kesehatan yang Dinonaktifkan, Ini Hasil Rapat Darurat DPR
Sementara soal banjir, Rizal menilai persoalan tersebut sudah menjadi perhatian serius pemerintah kota, sebagaimana disampaikan wali kota. Penanganannya, menurut dia, harus dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan.
“Harus disiplin dalam penanganan banjir dan mengurai kemacetan dengan membuka jalan-jalan baru,” ucapnya.
Seperti warga Balikpapan lainnya, Rizal berharap kota ini terus maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi dengan posisi strategis Balikpapan sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara.
“Balikpapan harus mampu menangkap peluang ketika IKN resmi menjadi ibu kota politik pada 2028,” katanya.
Baca Juga: Usai Taklukkan Bali United, Persebaya Surabaya Siap Mengamuk di GBT Lawan Bhayangkara FC
Dengan tema HUT ke-129, Harmoni Menuju Kota Global, Balikpapan terus berbenah. Kondusivitas kota sejauh ini terjaga tanpa gangguan berarti terhadap stabilitas.
Ke depan, Rizal menilai ruang bagi masyarakat untuk berkreasi dan berusaha perlu semakin dibuka lebar. “Suasana demokrasi harus dibangun agar kota ini menjadi model kota global yang siap mengantisipasi kemajuan zaman,” tutupnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi