Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

2027 Target Pembebasan Hilir DAS Ampal untuk Perlebar Aliran Sungai Ampal

Dina Angelina • Senin, 23 Februari 2026 | 16:24 WIB

OPTIMISTIS: Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Yusri menjawab pertanyaan awak media soal proyek penanggulangan banjir, khususnya terkait DAS Ampal
OPTIMISTIS: Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Yusri menjawab pertanyaan awak media soal proyek penanggulangan banjir, khususnya terkait DAS Ampal

BALIKPAPAN - Proyek pengendalian banjir di DAS Ampal bakal memasuki babak baru dengan kebutuhan anggaran fantastis mencapai Rp 1,3 triliun. Fokus utama kini tertuju pada pembebasan lahan di kawasan hilir, khususnya Gang Mufakat, yang rencananya akan disulap menjadi saluran lebar layaknya Sungai Sepinggan.

Komisi III DPRD Balikpapan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Terutama menindaklanjuti kebutuhan pembebasan lahan untuk pengendalian banjir.

Ketua Komisi III Yusri mengatakan, pembebasan lahan perlu dilakukan untuk wilayah hilir DAS Ampal. Itu membuat aliran air yang tergenang bisa cepat terbuang dan mengatasi banjir.

Sesuai perhitungan Dinas PU, kegiatan ini membutuhkan dana hingga Rp 1,3 triliun. “Pembebasan lahan hampir lebih daripada itu sebenarnya. Ada beberapa yang kita belum tahu masuk dalam masalah atau tidak,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, nantinya kondisi Sungai Ampal harus seperti Sungai Sepinggan. “Mudah-mudahan bisa menangani banjir yang selama ini ada di hulu dan hilir,” tuturnya.

Komisi III meminta agar kegiatan pembebasan lahan sudah bisa mulai berjalan pada 2027. Terlebih detail engineering design (DED) sudah tersedia. “Tinggal eksekusinya nanti,” ucapnya.

Namun untuk kepastiannya, tentu sembari melihat kemampuan keuangan daerah. Serta berapa yang bisa dilakukan pembebasan terlebih dahulu dari total anggaran Rp 1,3 triliun.

Seperti diketahui, pembebasan lahan ini tepatnya di Gang Mufakat. Permukiman di wilayah ini merupakan area hilir dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal. Dinas PU mencatat ini masuk pembebasan lahan segmen IV.

Saat ini sudah dilakukan persiapan data pembebasan lahan. Misalnya mana saja batasan saluran yang terkena, berapa rumah yang terdampak pembebasan, dan sebagainya.

“Ini semua masih satu kesatuan dari penanganan banjir hulu ke hilir,” ucap Kepala Dinas PU Rita. Proyek pengendalian banjir dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

DAS Ampal memiliki peran besar dalam pengendalian banjir. Total panjang saluran dari hulu ke hilir DAS Ampal sekitar 4 kilometer. Namun saluran yang ada sekarang secara kapasitas dimensi belum sesuai perencanaan.

Sehingga perlu normalisasi dan pelebaran sungai. Itu perlu pembebasan area hilir DAS Ampal. Serta dukungan dari penyediaan bendali sesuai masterplan drainase kota dan bendali di perumahan. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#yusri #dprd balikpapan #penanggulangan banjir DAS Ampal