Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memimpin rombongan Pemkot pada acara yang dihadiri pengurus Masjid Madinatul Iman, para tokoh masyarakat, serta jamaah yang memadati area masjid. Imam Muhammad Rif’at memimpin salat berjamaah, dan tausiah Peringatan Nuzulul Qur’an disampaikan Ustaz Anugrah Cahyadi.
Sebagaimana Safari Ramadan di hari-hari sebelumnya, Rahmad juga menyerahkan hibah sebesar Rp 300 juta untuk Masjid Madinatul Iman. Bantuan diterima Ketua Masjid Madinatul Iman, Andi M Yusri.
Yang menarik, Pemkot Balikpapan juga memberikan apresiasi kepada dua penghafal Al-Qur’an (tahfiz) asal Balikpapan yang telah mencatatkan prestasi di kancah internasional.
Masing-masing atas nama Muhammad Haikal Al Ghifari yang menerima bonus Rp125 juta setelah meraih juara pertama cabang hapalan 30 juz dan tafsir Surah Al-Hujurat di Brunei Darussalam, dan Achmad Fadil yang mendapat bonus Rp75 juta atas prestasinya sebagai juara kedua cabang tilawah dan hapalan dalam MTQ Internasional di Maroko.
Dalam kesempatan yang sama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan juga memaparkan hasil program Gerakan Sedekah Jariyah Ramadan (Sejadah) yang dihimpun dari para anak didik berbagai jenjang sekolah.
Dana yang terkumpul mencapai ratusan juta rupiah dan akan disalurkan untuk mendukung kegiatan keagamaan serta membantu kebutuhan masjid di Balikpapan.
Rahmad menyebut, penyaluran hibah serta bonus tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan kegiatan keagamaan di Kota Balikpapan, sekaligus apresiasi kepada generasi muda penghapal Al-Qur’an yang berprestasi.
Di luar penghargaan di atas Rahmad mengajak masyarakat menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an, baik dengan membacanya, memahami maknanya, maupun mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat Nuzulul Qur’an, lanjutnya, harus dimaknai sebagai pengingat bagi umat Islam agar tetap istiqamah dalam mengisi sisa bulan Ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah.
Hal lain yang yang digarisbawahi, Rahmad meminta masyarakat tidak panic buying, tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM dan kebutuhan pokok atau sembako secara berlebihan selama Ramadan dan menyongsong Lebaran.
Menurutnya, pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok masyarakat masih aman hingga beberapa bulan ke depan. Membeli secara berlebihan menurutnya justru berpotensi mengganggu distribusi barang di pasaran. “Mari tetap kita bijak dalam berbelanja agar distribusi tetap stabil,” tegasnya.
Atas kondisi dunia yang kini sedang tidak baik-baik saja, Rahmad juga mengimbau seluruh jamaah turut mendoakan agar kedamaian selalu hadir di tengah masyarakat dunia, dan warga Balikpapan selalu diberikan keselamatan, kesejahteraan dan keberkahan. (*)
Editor : Ismet Rifani