Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Elpiji 3 Kg di Balikpapan Tembus Rp50 Ribu, Pemilik Warung Kabur Saat Sidak

Dina Angelina • Selasa, 17 Maret 2026 | 04:10 WIB

PENGAWASAN: Tim gabungan menemukan indikasi penimbunan karena stok di tingkat pengecer mencapai lebih dari 100 tabung. Namun pemilik warung memilih kabur dan menutup warung dengan terpal.
PENGAWASAN: Tim gabungan menemukan indikasi penimbunan karena stok di tingkat pengecer mencapai lebih dari 100 tabung. Namun pemilik warung memilih kabur dan menutup warung dengan terpal.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Harga elpiji 3 kilogram di Balikpapan melonjak jauh di atas harga eceran tertinggi (HET). Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar tim gabungan, ditemukan gas melon dijual hingga Rp50 ribu per tabung.

Sidak dilakukan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan bersama Pertamina dan Satgas Pangan Polresta Balikpapan di kawasan Balikpapan Selatan, Senin (16/3).

Tim memantau dua toko kelontong di Jalan Ruhui Rahayu II. Di lokasi tersebut, elpiji 3 kg dijual berkisar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per tabung. Harga itu jauh melampaui HET yang ditetapkan sebesar Rp19 ribu.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Balikpapan Muhammad Anwar mengatakan, sidak dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat terkait penjualan elpiji yang melebihi HET.

Dari hasil pengecekan, petugas juga menemukan indikasi penimbunan karena stok elpiji di tingkat pengecer mencapai lebih dari 100 tabung.

“Stok sebanyak itu seharusnya berada di level pangkalan, bukan pengecer,” ujarnya.

Menurutnya, Dinas Perdagangan hanya memiliki kewenangan memantau harga hingga tingkat pangkalan. Sementara untuk penindakan lebih lanjut menjadi kewenangan Pertamina dan Satgas Pangan.

Sidak tersebut juga dilakukan sebagai langkah pengawasan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan, termasuk elpiji 3 kilogram yang sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Dalam sidak tersebut, pemilik warung di lokasi kedua diberikan edukasi dan peringatan agar tidak menjual elpiji di atas harga yang telah ditetapkan.

Namun berbeda dengan lokasi pertama. Pemilik warung justru memilih kabur saat petugas datang. Warung yang semula buka tiba-tiba ditutup dengan terpal ketika petugas kembali mencari pemiliknya.

Anwar mengakui pengawasan distribusi elpiji di Balikpapan masih memiliki keterbatasan. Saat ini hanya ada dua pengawas yang memantau sekitar 725 pangkalan elpiji.

Karena itu, masyarakat diharapkan ikut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan praktik penjualan elpiji yang jauh di atas HET.

“Warga silakan membantu kami dengan melapor jika menemukan pedagang yang menjual gas jauh dari harga yang ditetapkan,” tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#penimbunan elpiji #gas melon rp50 ribu #Harga Elpiji 3 Kg Balikpapan #sidak elpiji balikpapan #Satgas Pangan Balikpapan