KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Aparat kepolisian masih menyelidiki insiden ledakan truk tangki yang terjadi di bengkel Hino PT Kumala Motor Sejahtera, Jalan Soekarno-Hatta Km 25, Karang Joang, Balikpapan Utara.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (3/4/2026) tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Saat kejadian, bengkel dalam kondisi tidak beroperasi.
Kasi Humas Polresta Balikpapan Ipda Sangidun memastikan proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti insiden. “Tidak ada korban jiwa, saat ini masih dilakukan penyelidikan,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Diketahui, truk tangki tersebut bermuatan liquid oxygen milik Samator dan telah berada di bengkel selama sekitar sepekan untuk keperluan perbaikan.
Baca Juga: Antisipasi Banjir, Brimob Bersihkan Drainase dan Atur Lalu Lintas di MT Haryono
Head of Corporate Communication and Government Relation Samator Group Ame Hutami mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebut insiden terjadi saat kendaraan tengah berada di bengkel.
“Kami mengonfirmasi telah terjadi insiden di bengkel Hino yang mengakibatkan kerusakan pada kendaraan tangki milik SGI Kutai,” katanya.
Ia menambahkan, hingga kini penyebab ledakan belum dapat dipastikan karena masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang. “Kami bersyukur tidak terdapat korban jiwa dalam insiden ini,” lanjutnya.
Samator Group juga disebut tengah berkoordinasi dengan pihak bengkel serta otoritas terkait guna menangani dampak kejadian tersebut.
Baca Juga: Cetak Emas Digital Kian Diminati, Warga Balikpapan Tak Perlu Antre ke Outlet
Akibat insiden ini, sejumlah bagian bangunan bengkel mengalami kerusakan. Atap seng dilaporkan terlepas, kaca jendela pecah, serta material bangunan berserakan di sekitar lokasi. Sementara itu, tangki kendaraan terlihat mengalami kerusakan cukup parah.
Kapolsek Balikpapan Utara Kompol M Rezsa Aditulloh mengatakan, pihaknya telah melakukan tindakan awal di lokasi kejadian dengan mengamankan area.
Langkah tersebut dilakukan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan uji laboratorium guna mengetahui penyebab pasti ledakan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo