BALIKPAPAN - Disporapar Balikpapan optimis Pantai Manggar Segara Sari masih menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) utama dari sektor pariwisata. Selama sepekan libur Lebaran, Pantai Manggar mencatat kurang lebih ada 40.000 pengunjung yang datang.
Kepala Disporapar Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, hasil capaian ini masih memenuhi target yang telah ditentukan. “PAD yang terkumpul selama libur lebaran sekitar Rp 579 juta,” katanya.
Walau dia mengakui memang tahun ini selama libur Lebaran, konsentrasi wisatawan terpecah. Sebab muncul beberapa destinasi baru yang turut membuat sebaran wisatawan menjadi lebih merata.
Baca Juga: Karang Joang Wakili Balikpapan di Lomba Gelari Pelangi Tingkat Provinsi Kaltim
Misalnya berkunjung ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang semakin meningkat dengan dibuka fungsional terbatas jalan tol IKN. Lalu ada Pantai Nusantara, Watu Beach, Pantai Lamaru, hingga Pasar Tumpah Pringgondani.
Ada banyak alternatif wisata dan pengunjung tidak lagi terpusat pada satu lokasi. “Sekarang destinasi semakin banyak dan sebaran wisatawan juga lebih merata,” tuturnya.
Baca Juga: Tak Didampingi Leonard Tupamahu, Persiba Balikpapan Tegaskan Tetap Fokus
Dia menjelaskan, secara keseluruhan saat ini PAD sudah mencapai 18 persen hingga Maret 2026. Ratih optimis target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp 7,5 miliar mampu tercapai.
Pihaknya terus melakukan evaluasi di rakordal setiap akhir bulan. Apalagi angka yang tercatat Maret. “Kami harapkan di April bisa mendongkrak lagi 7,5 persen,” sebutnya. Jadi bisa mencapai 25 persen dari target.
Dia berpesan kepada pengelola UPTD untuk menjaga, memperindah, dan menambah lagi daya tarik di Pantai Manggar. Sehingga pengunjung merasakan keamanan dan kenyamanan yang terjaga dengan baik.
“Kemudian upaya menarik perhatian kita selalu menyediakan event atau atraksi seni budaya untuk wisatawan,” ujarnya. Serta pengembangan wahana jet ski, berkuda, villa, hingga sport tourism lainnya.
Sebelumnya Pantai Manggar mendapat target PAD sebesar Rp 7 miliar pada 2025. Sedangkan tahun ini, PAD yang ditetapkan sebesar Rp 7,5 miliar. Wisata bahari ini menjadi destinasi unggulan di Kota Minyak. (*)
Editor : Sukri Sikki