BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan resmi memulai kerja sama pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Manggar.
Inovasi ini diproyeksikan mampu mengubah 550 ton produksi sampah harian menjadi sumber energi listrik sekaligus mengatasi masalah polusi dan keterbatasan lahan pembuangan akhir.
Nantinya tak ada lagi pemandangan tumpukan sampah di TPA Manggar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan menuturkan, proyek PSEL di dalam peraturan presiden disebutkan ada 33 kota potensial.
Termasuk Balikpapan Raya meliputi Balikpapan, IKN, sebagian Samboja dan Muara Jawa. Sebelumnya dalam perpres PSEL wajib untuk daerah dengan produksi sampah lebih dari 1.000 ton.
Sekarang dilakukan perubahan cukup produksi sampah 500-1.000 ton. Sehingga Balikpapan bisa masuk menjadi pilihan karena produksi sampah harian 550 ton.
“Kalau kita kaji bisa juga menambah dari landfill mining di lahan yang sudah ada,” tuturnya. Artinya sampah yang lama dibongkar kembali sebagai bagian penambahan bahan baku PSEL.
“Kemudian ditambah tadi ada sampah dari Balikpapan Raya,” sebutnya. Jika proyek ini terealisasi, sampah tak lagi menimbulkan polusi. Melainkan berubah menjadi listrik.
“Jadi lama-lama tumpukan TPA yang ada kosong,” ucapnya. Namun untuk mewujudkan ini perlu tahapan persiapan panjang. Setelah penandatangan kerja sama, nantinya penyusunan detail engineering design (DED).
Kemudian survei lapangan dan sebagainya. “Paling cepat pembangunan akan dilakukan tahun depan melalui Danantara,” tuturnya.
Namun dia mengingatkan hal yang terpenting adalah sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Melainkan paling utama adalah masyarakat sendiri.
“Di situ akselerasi kesepakatan, kebersamaan dalam mengelola sampah,” tuturnya. Pihaknya juga mendorong masyarakat aktif untuk mengolah sampah rumah tangga secara mandiri.
“Kalau sekarang kan bentuk hanya sanitary landfill atau timbun. Saat TPA penuh harus mencari lahan baru lagi,” imbuhnya. Seperti sebelumnya Balikpapan memiliki TPA di Kilometer 12 Balikpapan Utara.
“Saat mulai penuh akhirnya ditutup dan pindah ke TPA Manggar,” tuturnya. Pihaknya berharap PSEL menjadi solusi paling baik mengatasi sampah di masa mendatang. Sehingga tidak perlu lagi terus mencari lokasi baru untuk TPA. (*)
Editor : Ismet Rifani