Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pengerukan Waduk Manggar Disebut Harus Lewat Persetujuan Ahli Bendungan, Ini Alasannya

Dina Angelina • Jumat, 17 April 2026 | 17:35 WIB
Kepala BWS Kalimantan IV Andri Rachmanto Wibowo. DINA ANGELINA/KP
Kepala BWS Kalimantan IV Andri Rachmanto Wibowo. DINA ANGELINA/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Rencana pengerukan sedimentasi di Waduk Manggar resmi mendapat lampu hijau dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.

Meski dinilai krusial untuk menambah daya tampung air baku, BWS Kalimantan IV menegaskan proses tersebut tidak boleh dilakukan sembarangan dan wajib melibatkan Komisi Keamanan Bendungan (KKB) guna menghindari risiko kerusakan struktur.

Kepala BWS Kalimantan IV Andri Rachmanto Wibowo mengatakan, kegiatan pengerukan ini akan sangat bermanfaat. Pihaknya merespons cepat dengan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Lagi diatur jadwal antara BWS, Kementerian PU, para ahli bendungan, dan Pemkot Balikpapan,” katanya kepada Kaltim Post, Jumat (17/4).

Baca Juga: Pantai Nusantara Balikpapan Geger! Polisi Amankan Pelaku Perkelahian, Dua Orang Luka-Luka

Dia menjelaskan, sedimentasi yang mengendap di Waduk Manggar sudah terjadi bertahun-tahun. Sehingga untuk memaksimalkan tampungan perlu pengerukan. Namun tidak bisa serta merta pengerukan langsung berjalan.

Dia menuturkan, ada proses tahapan yang dilakukan sebelum kegiatan tersebut. BWS Kalimantan IV sedang berkoordinasi dengan Pemkot Balikpapan untuk persiapan.

“Karena tidak bisa asal gali, harus ditetapkan lokasinya dulu,” sebutnya. Jangan sampai pengerukan justru membahayakan bendungan hingga roboh. Maka perlu perhitungan khusus oleh para ahli.

BWS Kalimantan IV akan mengundang ahli bendungan dari Jakarta. Ini masuk ranah Komisi Keamanan Bendungan (KKB). Sebelum ada pengerukan juga harus konsultasi dengan KKB.

Baca Juga: Tragedi Tol Balsam: Pikap Semangka Seruduk Katana di KM 62, Sopir Asal Samarinda Tewas Terjepit

Jangan sampai pengerukan membahayakan struktur bendungan perlu arahan dari ahli. “Kami cek dan ukur sedimennya. Jangan sampai ternyata pas alat sudah datang ternyata sedimen sedikit,” bebernya.

Setelah itu, perlu pengukuran kembali kedalaman bendungan dari sebelum dan sesudah penggalian. “Kita pakai peralatan batimetri karena di dalam air, tidak bisa meteran biasa,” sebutnya.

Termasuk memikirkan hasil galian sedimentasi akan dibuang kemana. Andri berharap, nantinya dari kegiatan ini sangat membantu penambahan sumber air baku bagi masyarakat. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pengerukan waduk manggar #ahli bendungan #bala wilayah sungai #Air Baku Balikpapan