Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

DPRD Balikpapan Dukung Pengurangan Armada Bacitra: Solusi Logis Hadapi Lonjakan Harga BBM

Dina Angelina • Selasa, 21 April 2026 | 11:31 WIB
Aktivitas Balikpapan City Trans yang hadir melayani masyarakat dengan tiga koridor. (ANGGI PRADITHA/KP)
Aktivitas Balikpapan City Trans yang hadir melayani masyarakat dengan tiga koridor. (ANGGI PRADITHA/KP)

 

BALIKPAPAN - Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung sependapat terhadap usulan pengurangan layanan Balikpapan City Trans (Bacitra). Menurutnya, langkah efisiensi yang diajukan Dinas Perhubungan adalah strategi jangka pendek yang paling tepat untuk merespons lonjakan harga Dexlite yang menyentuh angka Rp10 ribu per liter.

Sebagai informasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan telah mengusulkan beberapa opsi perubahan layanan Balikpapan City Trans. Misalnya mengurangi waktu operasional atau jumlah armada yang aktif.

Namun keputusan tergantung pada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Perhubungan yang memiliki kewenangan terhadap Balikpapan City Trans.

Komisi III DPRD Balikpapan yang membidangi Perhubungan menilai beberapa usulan Dinas Perhubungan sudah tepat. Sebagai solusi jangka pendek untuk sementara. “Mau tidak mau harus melakukan strategi dengan mengurangi konsumsi BBM,” tutur Wahyullah.

Baca Juga: Perkuat Spirit Kartini, TP-PKK Siluq Ngurai Rapatkan Barisan  

Bahkan untuk mendukung efisiensi energi, pemerintah menerapkan work from home (WFH) setiap jumat bagi aparatur sipil negara (ASN). “Mungkin kendaraan Bacitra juga perlu dikurangi sebagai resiko dari efisiensi BBM maupun anggaran,” tuturnya.

Dia menyetujui usulan Dishub yakni pengurangan waktu layanan atau jumlah armada yang beroperasi. “Kalau memang energinya mau dijaga ya harus dikurangi. Ini masalahnya bahan bakar dari sumbernya juga berkurang,” ungkapnya.

Politikus Partai Golkar ini menyarankan agar Balikpapan City Trans di masa mendatang beralih ke energi terbarukan. Sehingga tidak lagi bergantung pada energi fosil. Menurutnya, Dinas Perhubungan sudah memiliki rencana. Apalagi tahun depan Bacitra akan diserahterimakan kepada Pemkot Balikpapan.

“Di saat penyerahan juga ada pengajuan untuk bus listrik.  Jadi kendaraan masa depan tetap kendaraan listrik,” sebutnya. Namun ini tentu pembahasan beberapa tahun mendatang.

Sedangkan untuk saat ini, Balikpapan City Trans masih dalam tahap uji coba oleh Kementerian Perhubungan. Tarif masih gratis karena subsidi dari pemerintah pusat.

Wahyullah menyambut baik antusiasme masyarakat terhadap kehadiran fasilitas publik tersebut. “Entah karena gratis atau mungkin kebutuhan masyarakat yang mau menggunakan sarana angkutan massal,” bebernya.

Dia menilai suatu kota modern atau maju harus memiliki transportasi umum yang baik. Bus adalah sarana angkutan umum yang menjadi inti dari kendaraan yang ada di jalan.

“Jadi kita perlu mendukung Balikpapan City Trans. Walau banyak hal perlu diperbaiki,” ujarnya. Salah satunya beralih ke bus listrik, bukan menggunakan bahan bakar berbahan fosil yang cadangannya mulai habis. (*)

Editor : Sukri Sikki
#bacitra #Komisi II DPRD Balikpapan #dinas perhubungan #Wahyullah Bandung