BALIKPAPAN - Volume kendaraan di Balikpapan melonjak drastis mencapai 897.000 unit pada 2024 dengan tren kenaikan hingga 3 persen setiap tahun. Sementara tak sebanding dengan kondisi ruas jalan yang ada.
Akhirnya kondisi kemacetan di Balikpapan kini menjadi polemik baru. Terlebih dengan kepadatan penduduk yang membuat kota semakin terasa penuh. Apalagi setelah menjadi mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ruas jalan cenderung tidak bertambah di Balikpapan. Sementara kendaraan pribadi terus tumbuh dengan cepat memenuhi setiap jalan kota.
Baca Juga: Puluhan Tahun Menanti Jembatan, Warga Busang-Kutim Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai
Dinas Perhubungan mencatat pertumbuhan kendaraan cukup besar. Sejak 2018 tercatat 597.000 kendaraan yang beredar baik roda dua maupun roda empat.
“Angka ini mengalami kenaikan sekitar 2-3 persen setiap tahun,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman.
Dia menjelaskan sesuai data Tahun 2024, total ada 897.000 kendaraan berada di Balikpapan. Artinya saat ini jumlah kendaraan bisa lebih besar dari angka tersebut.
Termasuk melihat peredaran kendaraan dengan nopol atau plat luar daerah. Hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri untuk mengatasi kemacetan kota.
“Kami bersama OPD teknis senantiasa berkoordinasi menuntaskan masalah transportasi,” tuturnya. Sehingga warga mendapat keamanan, kenyamanan saat berlalu lintas.
Baca Juga: Usul Revitalisasi Pasar Inpres Gunakan APBN, Dinas Perdagangan Tunggu Kepastian
Baik transportasi pribadi, online, publik, dan angkutan kota. Nantinya empat jenis moda transportasi ini akan memiliki segmen sesuai rutinitas.
“Langkah awal kami menyusun kajian rencana induk jaringan transportasi Balikpapan Connectivity (B-Connect),” ujarnya. Targetnya kajian rampung pada tahun ini.
Nantinya dari rencana induk bisa diketahui berapa kebutuhan halte, angkutan kota yang bisa menjadi feeder, dan lainnya. Setiap jenis angkutan memiliki pasar masing-masing.
Dinas Perhubungan akan menyiapkan beberapa segmen untuk angkutan kota. “Terdiri dari segmen angkutan pariwisata, angkutan pasar, dan angkutan sekolah,” ujarnya.
Sehingga masalah kemacetan dan pembagian moda transportasi Balikpapan bisa semakin tertata. Semua demi membantu masyarakat. (*)
Editor : Sukri Sikki