Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kurangi Kecelakaan di Rapak, Pemkot Balikpapan Mulai Bangun Terminal Barang di Kilometer 13 Tahun Ini

Dina Angelina • Minggu, 26 April 2026 | 12:11 WIB
Deretan kendaraan berat yang melintas di jalur Kota Balikpapan. Pemkot akan mengalihkan arus logistik ke terminal barang Kilometer 13 demi keamanan dan ketahanan jalan.  (ANGGI PRADITHA/KP)

 
Deretan kendaraan berat yang melintas di jalur Kota Balikpapan. Pemkot akan mengalihkan arus logistik ke terminal barang Kilometer 13 demi keamanan dan ketahanan jalan.  (ANGGI PRADITHA/KP)  

 

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan resmi memulai pembangunan terminal angkutan barang di Kilometer 13 pada pertengahan tahun 2026. Proyek strategis yang dibiayai APBD kota ini ditargetkan menjadi solusi jangka panjang untuk menekan angka kecelakaan kendaraan berat di kawasan Muara Rapak sekaligus menertibkan parkir liar truk di sepanjang jalan.

Terlebih Balikpapan hingga kini belum memiliki terminal angkutan barang. “Kami melakukan penelitian dan investigasi ternyata salah satu persoalan parkir karena mereka harus mengantre isi bahan bakar minyak,” kata Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan M Fadli Pathurrahman.

Sebagai solusi, Pemkot Balikpapan akan membangun depo kontainer dan terminal angkutan barang di KM 13. “Insyaallah akan dimulai pertengahan tahun ini melalui kegiatan land clearing,” sebutnya.

Fadli meyakini jika fasilitas ini telah dibangun akan menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) baru bagi Balikpapan. Nantinya ada beberapa fasilitas yang berada di lokasi tersebut. Mulai dari fasilitas menginap kendaraan berat, uji kIR, hingga pengisian BBM.

“Ini salah satu program besar wali kota dalam rangka mencari solutif alternatif,” tuturnya. Tidak membangun flyover atau underpass di Rapak.

Baca Juga: Wali Kota Balikpapan Larang Peredaran Daging Anjing dan Kucing, Ini Aturannya

Namun terminal angkutan barang di KM 13. Sehingga mudah dalam perpindahan jenis kendaraan berat ke kendaraan kecil. “Sehingga yang masuk di wilayah kota hanya kendaraan kecil,” ujarnya.

Menurutnya ini sekaligus membantu OPD dalam rangka memastikan kondisi jalan aman. Sebab jika kendaraan berat beredar di jalan kota bisa turut merusak jalan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

“Total luas lahan terminal angkutan barang sekitar 11,9 hektar. Namun kita akan kerjakan dulu 1.500 meter sesuai kondisi anggaran yang ada,” ujarnya. Nantinya fasilitas ini bisa memuat 20-23 unit kendaraan berat.

Dia berharap, hal ini salah satu cara untuk menjawab persoalan transportasi dan jalan di Balikpapan. Selain dengan membuat rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan. (*)

Editor : Sukri Sikki
#terminal #pemkot balikpapan #dinas perhubungan #jalan #M Fadli Pathurrahman