KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Polda Kalimantan Timur menggelar tahapan seleksi penerimaan calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Peserta menjalani tes psikologi melalui metode Computer Assisted Test (CAT) Psikologi, di SMKN 4 Balikpapan.
Ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi penerimaan terpadu polri yang bertujuan menjaring calon perwira yang memiliki kompetensi dan integritas unggul. Ada 48 peserta tercatat mengikuti seleksi, lima di antaranya perempuan.
Tahapan tes diawasi langsung Karo SDM Polda Kaltim Kombes Pol Dr Irvan Prawira Satyaputra selaku ketua pelaksana, didampingi Kabidkum Polda Kaltim Kombes Pol Rino Eko Cahyaning Bawono Subagyo Putro, selaku Ketua Tim Psikologi.
Tampak pula panitia dari Bagdalpers dan Bagpsi Ro SDM Polda Kaltim. Dalam hal ini juga turut hadir pengawas internal dan eksternal guna memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan.
Baca Juga: Tiga Bulan Terkatung-katung, Puluhan Eks Karyawan PT KLJ di Kutai Barat Tuntut Kepastian Hak
Peserta menjalani rangkaian tes CAT Psikologi untuk mengukur aspek kepribadian, kecerdasan, serta kesiapan mental sebagai calon anggota polri. Hasil seleksi menunjukkan ada 41 peserta dinyatakan memenuhi syarat dengan nilai 61 ke atas, terdiri dari 36 pria dan 5 perempuan.
“Tujuh peserta lainnya memperoleh nilai di bawah 60,” terang Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto. Usai tes, panitia juga memberikan layanan konseling dan motivasi kepada para peserta sebagai bentuk pembinaan serta dukungan moril dalam menghadapi tahapan seleksi berikutnya.
“Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara profesional dan berpedoman pada prinsip BETAH,” tuturnya. Prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
“Kami memastikan tidak ada praktik kecurangan, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta untuk bersaing secara sehat dan objektif,” jelasnya.
Baca Juga: MCSP Turun dan SPI Terendah, KPK Nilai Tata Kelola Pemrintahan Kutim Masih Catatan Merah
Penggunaan sistem CAT menjadi salah satu bentuk komitmen polri dalam menghadirkan proses seleksi yang modern, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo