KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII memastikan seluruh fasilitas dan personel di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dalam kondisi prima untuk melayani penerbangan haji 2026.
Melayani jamaah dari empat provinsi di Kalimantan dan Sulawesi, operasional tahun ini didukung oleh ratusan personel keamanan dan teknis guna menjamin keselamatan serta kenyamanan jamaah
Kloter I jamaah haji dari Embarkasi Balikpapan siap berangkat ke Tanah Suci. Penerbangan dijadwalkan pada Minggu (26/4) pukul 23.55 dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.
Otoritas Bandar Udara Wilayah VII memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan proses keberangkatan tersebut. Komitmen memberikan pelayanan terbaik di seluruh tahapan operasional penerbangan haji.
Kepala Otban Wilayah VII Ferdinan Nurdin mengatakan, pemberangkatan jamaah haji melalui Embarkasi Balikpapan melayani jamaah yang berasal dari Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.
"Secara keseluruhan terdapat 17 kelompok terbang (kloter) yang dijadwalkan berangkat secara bertahap mulai 26 April hingga 20 Mei 2026 melalui Bandara SAMS Sepinggan," ungkapnya.
Dia menjelaskan, operasional penerbangan haji tahun ini dilayani oleh Garuda Indonesia. Tepatnya dengan menggunakan pesawat tipe Airbus A330-900 yang memiliki kapasitas dan performa optimal untuk penerbangan jarak jauh.
Harapannya mampu memberi kenyamanan maksimal bagi jamaah selama perjalanan menuju Tanah Suci. "Dari sisi kesiapan operasional bandar udara, seluruh unit telah dipersiapkan secara matang," tuturnya.
Hal ini mencakup penyiapan sumber daya manusia. Terdiri dari 326 personel Aviation Security (Avsec), 57 personel Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF), 63 personel sisi udara (airside) dan sisi darat (landside).
"Serta 113 personel teknis siap mendukung kelancaran operasional selama periode penyelenggaraan haji berlangsung," bebernya. Kemudian kesiapan fasilitas bandara turut menjadi prioritas utama.
Otban Wilayah VII memastikan seluruh aspek seperti terminal penumpang, fasilitas sisi udara, hingga sarana pendukung lainnya melalui proses evaluasi menyeluruh. Kini semua dipastikan berada dalam kondisi siap operasional.
Tentu sesuai dengan standar keselamatan dan pelayanan yang berlaku. Menurutnya keberhasilan penyelenggaraan angkutan udara haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur dan sumber daya.
Namun sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi lintas instansi. "Koordinasi intensif terus dilakukan untuk menyamakan persepsi, memperkuat integrasi layanan, mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi kendala sejak dini," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo