KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Perkembangan industri kreatif di Balikpapan dinilai semakin menunjukkan potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional. Hal ini disampaikan oleh Reval Zulfi Sulistyo, yang melihat langsung dinamika industri tersebut dari perannya sebagai MC.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia di Balikpapan sudah sangat mumpuni, baik dari sisi pembawa acara, pengisi hiburan, hingga tim teknis seperti lighting dan dekorasi. “Kalau dari sisi talent, kita sudah siap untuk handle event nasional. MC, stage, lighting, semuanya sudah mumpuni,” ujarnya.
Namun, ia juga mengakui bahwa masih ada tantangan yang perlu diatasi, terutama terkait ketersediaan venue berskala besar. Saat ini, kapasitas tempat menjadi salah satu faktor yang membatasi penyelenggaraan event besar.
Baca Juga: Di Balik Layar Seorang MC, Antara Tekanan, Presisi, dan Tuntutan Tampil Sempurna
Meski demikian, ia optimistis dengan posisi Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), peluang untuk mengembangkan industri kreatif akan semakin terbuka lebar. “Harapannya event nasional tidak hanya di Jawa, tapi juga di Kalimantan, khususnya Balikpapan,” kata
Ia juga menyoroti kuatnya komunitas pelaku industri kreatif di kota ini, termasuk komunitas MC yang aktif berbagi dan saling mendukung. Ekosistem ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan industri.
Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang terjadi, ia berharap sektor kreatif tetap mendapatkan ruang untuk berkembang dan menjadi daya tarik bagi investor.
Dengan kesiapan talenta dan semangat kolaborasi, Reval meyakini Balikpapan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat industri kreatif di Indonesia, terutama dalam menyambut era baru IKN.
“Kalau industri kreatif kita kuat, itu bisa jadi daya tarik bagi event-event besar untuk datang ke Balikpapan,” ujar Wakil 1 Duta Wisata Manuntung Balikpapan tahun 2014 dan Ketua FDWB tahun 2016-2017 tersebut. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo