BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud akan membentuk tim investigasi untuk mengawasi ketat distribusi BBM bersubsidi. Langkah ini diambil guna mengatasi antrean panjang di SPBU dan mencegah penyelewengan solar subsidi.
Rahmad mengingatkan agar tak ada penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sesuai arahan dari Kapolresta Balikpapan, jangan sampai terjadi penyelewengan BBM di Kota Minyak.
Itu turut menjadi salah satu indikasi terjadinya antrean panjang BBM. Apalagi deviasi harga memang signifikan. “Harga subsidi Rp6.800 per liter dan nonsubsidi sekarang Rp26.000 per liter. Jauh sekali selisih harga,” ungkapnya.
Baca Juga: Atasi Kelangkaan Solar di Balikpapan, Pemkot Usul Tambah Kuota BBM dan SPBU Baru
Rahmad menegaskan, penyaluran BBM tepat sasaran tentu perlu pengawasan yang serius. Pihaknya menyayangkan jika ada oknum di lapangan yang memanfaatkan BBM subsidi tidak sesuai aturan.
Jadi menimbulkan masalah seperti antrean. Dia meminta agar pengguna BBM subsidi benar-benar sesuai aturan pemerintah. Mereka yang boleh mendapatkan solar subsidi merupakan angkutan sembilan bahan pokok. “Itu yang berhak mendapat subsidi,” imbuhnya.
Baca Juga: Polres Kutim Wanti-wanti Penimbunan BBM, SPBU Diminta Patuh Aturan
Sebagai solusi, Pemkot Balikpapan dalam waktu dekat bersama Forkopimda akan membentuk tim investigasi untuk mengawasi proses penyaluran BBM bersubsidi.
“Tim investigasi di lapangan akan melihat apakah truk dan kendaraan yang menggunakan solar subsidi ini memuat sembilan bahan pokok,” bebernya.
Pengawasan tim investigasi ini untuk solusi jangka panjang. Pemkot Balikpapan bersama Forkopimda membantu Pertamina dalam pengawasan distribusi BBM subsidi.
“Semua hanya menjalankan kebijakan di pusat. Kuota BBM subsidi sesuai persetujuan dari pemerintah pusat melalui DPR,” tandasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki