BALIKPAPAN - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruar Sirait melakukan kunjungan ke Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/5). Lawatan ini sekaligus meresmikan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) se-Kalimantan.
Dalam kesempatan tersebut, Ara sapaan akrabnya menyempatkan diri berkunjung ke dua rumah penerima BSPS. Berlokasi di Jalan Mulawarman Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.
Penerima bantuan memiliki rumah dengan kondisi memprihatinkan. Bangunan terbuat dari kayu yang kini sudah rapuh. Mereka merupakan warga kurang mampu dengan pekerjaan serabutan alias tidak tetap.
Pelaksanaan program BSPS berjalan mulai 15 Mei 2026 hingga 15 Agustus 2026. Kegiatan ini melalui dukungan 39 Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL). Ara menuturkan, BSPS bentuk negara hadir untuk membantu rakyat.
“Tahun lalu BSPS menyentuh 655 unit rumah di Kaltim. Sekarang tahun ini saya minta 3.000 unit rumah,” katanya. Dia menyebutkan terjadi peningkatan jumlah penerima bantuan di seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, program BSPS diberikan untuk 45.000 unit selama 2025. Kini meningkat menjadi 47.000 unit pada 2026. Ara turut menyoroti Kaltim sebagai daerah dengan pendapatan asli daerah (PAD) besar dan super kaya.
“Kekayaan alam seperti batu bara dan lainnya harus untuk kepentingan rakyat sesuai keinginan Presiden Prabowo,” imbuhnya. Salah satunya melalui BSPS, dia berpesan agar program ini segera berjalan.
Pemerintah berupaya mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui BSPS. Khusus di Balikpapan, program ini difokuskan untuk mengurangi backlog rumah tidak layak huni.
Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada 15 Agustus 2026. Dalam memperkuat pelaksanaan program, pemerintah daerah turut memberikan dukungan tambahan.
Pemprov Kaltim bersama Pemkot Balikpapan menambah alokasi sebanyak 600 unit. Terdiri dari 500 unit dari pemerintah provinsi dan 100 unit dari pemerintah kota.
Sementara itu, Kementerian PKP juga memberikan tambahan sekitar 700 unit melalui program BSPS. “Total program bedah rumah di Kalimantan Timur pada tahun 2026 ditargetkan mencapai 3.000 unit,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani