BALIKPAPAN - Kinerja DPRD Balikpapan kini terancam berkurang akibat efisiensi anggaran. Wakil Ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman mengungkapkan kekecewaannya lantaran momen bertemu masyarakat kini sangat terbatas.
Itu diketahui usai Badan Musyawarah menggelar rapat kerja beberapa waktu lalu. Jadwal kerja DPRD Balikpapan mengalami perubahan. Termasuk tentang jadwal-jadwal kerja.
Mulai dari rapat dengar pendapat (RDP), perjalanan dinas, dialog warga, hingga reses. Itu semua dilakukan demi mendengar tuntutan masyarakat yang disampaikan melalui legislatif.
“Reses ini sangat penting karena kami bertemu dengan masyarakat dan dilindungi oleh undang-undang,” kata Wakil Ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman.
Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Menguat, Ekspor-Impor Seret di Awal 2026
Dia menjelaskan, kondisi pemangkasan anggaran membuat agenda kerja bertemu masyarakat berkurang. “Selama ini mungkin ada tiga kali reses, sekarang dipangkas hanya satu kali dalam setahun,” tuturnya.
Begitu juga dialog warga yang biasanya bisa dilakukan empat sampai lima kali. Namun kini hanya berlangsung sekali dalam setahun. Dia turut menyesalkan kondisi tersebut.
“Ini momentum bagi kami bertemu dan mendengarkan aspirasi atau keluhan dari masyarakat,” ungkapnya. Pihaknya terus berupaya memperjuangkan agenda kerja seperti reses tetap seperti tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Disnakertrans Paser Pantau Lulusan BLK: Target Kurangi Angka Pengangguran
Khususnya pembahasan dalam APBD Perubahan 2026. “Adanya tiga momen reses biar kami tahu aspirasi masyarakat yang benar-benar dibutuhkan dalam rentan triwulan atau empat bulan sekali,” tandasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki