Begini Usulan Wawali Balikpapan Terkait Kelangkaan Solar di Wilayah Ini demi Urai Antrean Mengular
Dina Angelina• Kamis, 7 Mei 2026 | 10:33 WIB
Wakil Wali Kota Balikpapan-Bagus Susetyo (Anggi Pradhita/KP)
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Aksi damai sopir truk se-Balikpapan langsung direspons cepat pemerintah kota. Demi menyudahi antrean solar yang memakan waktu hingga berhari-hari, Wakil Wali Kota Bagus Susetyo mengusulkan pembangunan SPBU baru.
Sebelumnya sopir truk se-Balikpapan menggelar aksi damai atas kondisi kelangkaan dan antrean bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khususnya solar. Hal itu menjadi perhatian Pemkot Balikpapan dan Forkopimda.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan, kondisi antrean solar yang terjadi itu bukan imbas dari kondisi geopolitik dunia. Mengingat masalah sudah terjadi bertahun-tahun dialami warga Balikpapan.
Setiap satu truk yang mengisi BBM perlu waktu beberapa menit. Sementara yang mengantre di SPBU ada ratusan truk. “Tentu itu butuh waktu lebih dari 24 jam,” tuturnya.
Sementara selama ini, SPBU yang menyalurkan kuota solar tidak beroperasi 24 jam. Melainkan hanya 12 jam. Sehingga antrean solar ini bisa memakan waktu berhari-hari.
Pengelola SPBU dalam sehari harus melayani ratusan truk yang menjadi salah satu penyebab antrean. “Jadi pengelola tidak mampu melayani seluruh truk. Kendaraan sampai harus menginap,” bebernya.
Kemudian faktor kedua, Bagus ingin memastikan pengelola mendapat suplai kuota sesuai dengan pengeluaran solar dari Pertamina. Menurutnya jika kuota kurang yang terjadi akhirnya antrean panjang truk.
“Kalau kuota pertamina sesuai dengan jumlah penerima, semestinya tidak terjadi antrean,” tegasnya. Bagus mengusulkan harus ada penambahan SPBU untuk mengurai antrean.
“Misalnya di Balikpapan Timur atau Balikpapan Utara lagi. Itu salah satu opsi solusi,” tuturnya. Termasuk terus berupaya agar Balikpapan bisa mendapatkan kuota tambahan untuk BBM bersubsidi. (*)