KALTIMPOST.ID-Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memastikan proses perizinan bagi para pengembang perumahan di Balikpapan berjalan lancar tanpa hambatan.
Hal itu ditegaskan dalam audiensi bersama para pengembang guna implementasi program 3 juta rumah dari Presiden Prabowo Subianto demi menekan angka backlog hunian bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama kepala OPD terkait. Berlokasi di Aula Balai Kota Balikpapan, Rabu (6/5).
Rahmad mengatakan, momen ini merupakan kesempatan mendengarkan saran, masukan, kritik dari pengembang yang selama ini mengakses pelayanan.
“Terutama agar perizinan para pengusaha bisa berjalan dengan lancar. Kami sharing saja karena banyak masukan dan ide,” katanya kepada awak media.
Dia menegaskan, selama ini tidak ada niat untuk menghambat perizinan. Namun perlu dilakukan sinkronisasi antara pengembang dan organisasi perangkat daerah (OPD). “Mungkin selama ini pasti ada miskomunikasi,” sebutnya.
Misalnya yang biasa terjadi ketika pengembang merasa sudah melengkapi, ternyata saat dikonfirmasi belum memenuhi syarat. Maka perlu komunikasi lebih lanjut agar tidak ada salah paham.
“Jadi tidak ada anggapan pembiaran atau memperlambat usaha,” tuturnya. Rahmad menjamin tidak boleh ada perizinan yang telat atau dibiarkan berlarut-larut.
Apalagi ini berkaitan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk program 3 juta rumah. Mengatasi backlog hunian dan mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah.
“Program ini harus kita implementasikan. Tidak boleh menghambat selama sudah memenuhi aturan,” ujarnya. Rahmad juga mengingatkan kepada pengembang untuk menjalankan tanggung jawab.
Dalam hal ini mengatasi dampak jangka panjang dari pertumbuhan perumahan yang massif. Salah satunya masalah banjir. Rahmad menuturkan, Balikpapan sudah memiliki perwali untuk perintah tadah hujan.
Setiap perumahan komersial harus memiliki bak air atau ground water tank. Itu yang belum sepenuhnya berjalan oleh pengembang. Harapannya cara ini efektif bisa menekan masalah banjir.
“Sehingga air hujan yang turun juga bisa berfungsi sebagai air yang digunakan sehari-hari,” imbuhnya. Serta menjaga air tidak langsung turun ke drainase dan meluap ke jalan. (rd)
Editor : Romdani.