Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Stok Biosolar SPBU Kilometer 15 Balikpapan Ditambah Dua Kali Lipat, Antrean Bakal Segera Terurai

Dina Angelina • Minggu, 10 Mei 2026 | 13:02 WIB
Kendaraan besar mengisi biosolar di SPBU Kilometer 15, Balikpapan Utara. (DINA ANGELINA/KP)
Kendaraan besar mengisi biosolar di SPBU Kilometer 15, Balikpapan Utara. (DINA ANGELINA/KP)

 

BALIKPAPAN - SPBU Kilometer 15 Balikpapan menjadi salah satu titik antrean kendaraan besar untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar. Terlebih berada di jalan nasional, antrean panjang bisa terlihat nyata.

Pengawas SPBU Kilometer 15 Hafid mengatakan, pihaknya telah membuka operasional hingga 24 jam sejak 4 Mei. Usai ada aksi demo yang dilakukan sopir truk dan mahasiswa di depan kantor DPRD Balikpapan.

Selain jam operasional, Pertamina juga melakukan penambahan kuota untuk biosolar. Jika biasanya dalam sehari hanya mendapat jatah 24 ton di SPBU Kilometer 15. Kini pihaknya mendapat biosolar 40-48 ton.

Dia mengakui, antrean di SPBU Kilometer 15 mulai terurai dan tak padat seperti sebelumnya. Meksi stok tersebut tetap habis dalam sehari. “Tapi sopir biasanya antre lagi untuk besok,” ucapnya.

Baca Juga: DPRD Balikpapan Mulai Bahas APBD Perubahan 2026, Ini Agenda Prioritasnya

Hafid menjelaskan, setiap pembelian biosolar terdapat batas maksimal. Misalnya 120 liter untuk truk roda enam. Kemudian roda empat pribadi maksimal 40 liter. Serta roda empat angkutan umum maksimal 60 liter.

“Harus pakai Barcode kartu dan STNK,” imbuhnya. terkait isu penggunaan kupon, Hafid menyebutkan tidak pernah ada kupon sama sekali. Walau sempat ada permintaan agar menggunakan kupon antrean dari sopir.

Namun dia tegas menolak permintaan tersebut. Selama stok biosolar masih tersedia, SPBU akan melayani pembelian. Pihaknya tidak pernah mau menggunakan kupon tersebut.

“Saya jualan biasa saja dari jam 6 pagi hingga jam 8 malam sudah habis,” ungkapnya. Antrean memang mengular 2-3 kilometer sebelum buka 24 jam. Setidaknya kendaraan antre panjang sampai Kilometer 18.

Baca Juga: Ini Syarat Terbaru Penerima Bantuan RTLH Balikpapan 2026, Lokasi Tersebar di Seluruh Kecamatan

Menurutnya pemicu antrean memang karena hanya dua SPBU yang melayani solar. Sehingga antrean terpusat di sana. Sementara ada ratusan kendaraan yang membuat antrean tak begitu panjang.

“Jika ada penambahan SPBU untuk solar saya pikir bisa berkurang antrean kendaraan,” sebutnya. Walau tidak mungkin di wilayah kota, kemungkinan SPBU baru bisa di daerah Teritip atau lainnya.

Sementara itu, operasional 24 jam memang menambah beban petugas SPBU. Pihaknya juga tidak menambah karyawan. Saat ini total ada 11 operator atau petugas yang melayani operasionla 24 jam.

“Mereka dibagi dalam 2 shift. Pertama jam 6 pagi hingga 2 siang dan shift kedua mulai jam 2 siang hingga 6 pagi,” ucapnya. Hafid memilih memaksimalkan operator yang ada.

Jika harus merekrut tenaga kerja baru akan butuh waktu training dan adaptasi lagi. “Sekarang kami maksimalkan saja yang ada tapi ada tambahan honor untuk mereka saat bekerja lebih lama,” sebutnya.

Tidak hanya kuota biosolar yang bertambah. Sebelumnya untuk Pertalite juga mendapat tambahan kuota. “Biasa dari 8 KL menjadi 16 KL. Mungkin dalam sepekan tiga kali untuk tambahan Pertalite,” tandasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#spbu #dprd balikpapan #biosolar #antrean