BALIKPAPAN - Masalah kekurangan kuota sekolah di Balikpapan mulai menemui titik terang. Pemprov Kaltim berkomitmen membangun sejumlah Unit Sekolah Baru (USB) dan ruang kelas tambahan tahun ini. Namun, lokasi pembangunannya justru menuai sorotan.
Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra mengatakan, rencananya tahun ini terdapat tiga kegiatan pembangunan di sektor pendidikan untuk Balikpapan. Terutama jenjang SMA/SMK sesuai kewenangan provinsi.
“Pembangunan SMA di kawasan Balikpapan Islamic Center (BIC) dan Wika,” katanya kepada awak media. Serta penambahan ruang kelas baru (RKB) di SMA 7 Balikpapan.
Seperti diketahui, kawasan BIC akan digunakan sebagai lokasi sekolah terpadu. Nantinya Pemkot Balikpapan membangun TK, SD, dan SMP di wilayah Balikpapan Selatan tersebut.
Rencananya proyek infrastruktur akan dilakukan bertahap mulai tahun depan. Namun legislator Karang Paci Dapil Balikpapan ini menyoroti pemilihan lokasi pembangunan SMA/SMK di kawasan BIC.
“Karena pembangunan sekolah harus memiliki semangat pemerataan,” ucapnya. Dia menjelaskan, Balikpapan Islamic Center masuk di wilayah selatan.
Baca Juga: Hadapi Ancaman El Nino, LPM Klandasan Ulu dan Asrama TNI Sinergi Sediakan Sumur Bor
Begitu pula untuk Wika, walau secara administrasi masuk Balikpapan Utara. Tetapi lokasinya berdekatan dengan wilayah selatan juga.
“Saya rasa sudah cukup banyak sekolah di Balikpapan Selatan. Tapi justru yang harus dipikirkan sekolah untuk wilayah utara, timur dan tengah,” bebernya.
Baca Juga: Kejari Samarinda Musnahkan Sabu, Ganja, Miras Cap Tikus, dan Uang Palsu
Menurutnya, saat ini masih kekurangan infrastruktur pendidikan jenjang SMA/SMK di tiga kecamatan tersebut. Selain itu, Nurhadi juga menyoroti pentingnya sinergi anggaran untuk merealisasikan usulan prioritas masyarakat.
Itu tertuang dalam pokok-pokok pikiran (pokir). Misalnya pembiayaan pipanisasi jaringan air bersih dan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan unit SMA/ SMK baru. (*)
Editor : Sukri Sikki