Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Cegah Longsor Susulan: BBPJN Kaltim Pasang 100 Bor Pile, Jalan Syarifuddin Yoes Ditutup Total 3 Bulan

Dina Angelina • Kamis, 14 Mei 2026 | 12:10 WIB
Kondisi terkini Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan yang ditutup total mulai Rabu (13/5/2026) malam akibat proyek penanganan jalan amblas. (ANGGI PRADITHA/KP)
Kondisi terkini Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan yang ditutup total mulai Rabu (13/5/2026) malam akibat proyek penanganan jalan amblas. (ANGGI PRADITHA/KP)

 

BALIKPAPAN - Kadar air yang tinggi menjadi penyebab utama amblasnya Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan. Menanggapi kondisi darurat tersebut, BBPJN Kaltim kini memasang lebih dari 100 tiang pancang (bor pile) untuk mengunci struktur tanah agar jalan nasional tersebut kembali aman dilalui pengendara.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim bersama Pemerintah Kota Balikpapan memulai proyek perbaikan Jalan Syarifuddin Yoes yang mengalami penurunan jalan atau longsor.

Penanganan permanen di jalan nasional segera dilakukan demi menjamin keselamatan pengendara. Setelah kondisi tanah terus bergerak secara signifikan. Bahkan dalam satu bulan terakhir turun 28 sentimeter.

“Rencananya penanganan jalan ini selama dua sampai tiga bulan,” kata Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana. Pekerjaan memakan waktu cukup lama karena banyak yang harus dibenahi agar tidak lagi terjadi penurunan.

Baca Juga: Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan Ditutup Total Mulai 14 Mei, Perbaikan Jalan Longsor Telan Anggaran Rp 9,5 Miliar

Dia menjelaskan, perbaikan jalan dilakukan dengan pemasangan tiang pancang kurang lebih 80 meter. Setelah tanah sudah kuat, jalan akan mendapat leveling dan aspal lagi.

“Paling lama memakan waktu pekerjaan bor pile, ada 100 lebih tiang pancang yang dipasang,” ucapnya. Pondasi bor pile kerap digunakan untuk mengunci struktur tanah di lokasi jalan amblas.

Sebelum memastikan desain, BBPJN Kaltim juga melakukan geolistrik di lokasi. Tujuannya untuk mempelajari sifat kelistrikan atau resistivitas lapisan batuan di bawah permukaan tanah.

“Hasilnya kami mencatat tingkat kadar air tinggi dengan kedalaman 4-5 meter yang mengalami kejenuhan. Itu yang membuat jalan amblas,” sebutnya.

Baca Juga: Polemik Raperda Pesantren Memanas, Hubungan Bupati dengan PDI Perjuangan Kurang Harmonis?  

Ketika perencanaan sudah matang, maka proyek bisa berjalan. Teknis pemasangan bor pile dengan panjang 80 meter dan lebar 10,5 meter. Kedalaman bor pile 4 meter dan dimensi 600 mm. “Kami menggunakan teknologi mortar busa atau timbunan ringan,” ungkapnya.

Jadi bukan timbunan biasa karena memiliki daya dorong tinggi. Namun perlu memakai timbunan ringan agar tidak berat dan membebani lahan. Dampak dari pekerjaan ini, Jalan Syarifuddin Yoes ditutup total.

Khusus dari simpang Dome hingga simpang Jalan Letkol Pol Asnawi Arbain atau BJBJ. Yudi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Balikpapan dan Kalimantan Timur jika sementara perjalanan terganggu.

“Kami koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk membantu rekayasa lalu lintas pengalihan arus,” tuturnya. Pengalihan arus lalu lintas mulai dilakukan sejak Rabu (13/5) pukul 21.00 Wita.

Roda dua dan roda empat masih bisa lewat dengan masuk ke Jalan Asnawi Arbain dan Jalan Ruhui Rahayu. Sedangkan kendaraan besar roda enam dan lainnya melewati Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MT Haryono. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan #ditutup total #proyek #BBPJN Kaltim