BALIKPAPAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan resmi memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Jalan Syarifuddin Yoes mulai hari ini. Rekayasa lalu lintas ini dilakukan menyusul dimulainya proyek penanganan jalan amblas yang diprediksi berlangsung selama tiga bulan.
Mengingat banyaknya titik perbaikan. Seperti yang utama, pemasangan 100 bor pile untuk mengunci jalan tidak amblas lagi. Maka dilakukan pengalihan arus lalu lintas bisa melalui beberapa jalur alternatif.
Misalnya kendaraan dari arah Bandara SAMS Sepinggan untuk roda dua dan roda empat masuk ke Jalan Asnawi Arbain - Jalan Punai/ Jalan Ketinjau - Jalan Ruhui Rahayu.
Opsi lainnya kendaraan melewati Jalan Asnawi Arbain - Jalan MT Haryono, Jalan Kasih - Jalan Ruhui Rahayu, dan Jalan Marsma Iswahyudi - Jalan ZA Maulani.
Sedangkan kendaraan besar roda enam dengan jumlah berat bruto (JBB) lebih dari enam ton diarahkan melalui Jalan Jenderal Sudirman - Jalan MT Haryono. Begitu pula sebaliknya bagi kendaraan dari arah Wika.
Roda dua dan roda enam melalui Jalan Ruhui Rahayu - Jalan MT Haryono. Sementara kendaraan roda enam JBB lebih dari enam ton melalui Jalan MT Haryono - Jalan Jenderal Sudirman.
Kepala Dishub Balikpapan M Fadli Pathurrahman menuturkan, keputusan mengalihkan kendaraan JBB 6 ton ke Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MT Haryono melihat kedua jalan berfungsi sebagai jalan arteri.
Itu mampu menjadi alternatif pengalihan arus lalu lintas. “Namun tetap menyesuaikan Surat Edaran Walikota tentang Pemberlakuan Jam Operasional Kendaraan Angkutan Barang,” katanya.
Fadli memastikan, pihaknya akan selalu monitoring melalui peran petugas operasional di lapangan. Serta kamera pengawas yang tersebar di setiap persimpangan dan ruas jalan.
Kamera ini terhubung dengan command center hingga aplikasi B Connect. “Nantinya berdasarkan evaluasi, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas disesuaikan dengan perkembangan proses perbaikan jalan,” tutupnya.
Artinya pengalihan arus lalu lintas menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Fadli memohon maaf jika perjalanan masyarakat terganggu sementara akibat pengalihan arus lalu lintas.
Mohon masyarakat dapat menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti arahan petugas. “Utamakan keselamatan, kurangi kecepatan, dan patuhi rambu lalu lintas selama melintas di sekitar lokasi pekerjaan,” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki