SPMB Balikpapan 2026: Disdikbud Tegaskan Tidak Ada Lagi Siswa Titipan

Dina Angelina • Dipublikasikan Jumat, 22 Mei 2026 | 13:31 WIB
PENDIDIKAN: Aktivitas orang tua siswa saat mempelajari berkas persyaratan penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2025/2026 di SMP 27. (ANGGI PRADITHA/KP)
PENDIDIKAN: Aktivitas orang tua siswa saat mempelajari berkas persyaratan penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2025/2026 di SMP 27. (ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan resmi memulai tahapan persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Pada pelaksanaan tahun ini, Pemkot Balikpapan memperketat pengawasan dan menegaskan tidak ada lagi istilah "siswa titipan" untuk menjaga transparansi seleksi.

Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik menuturkan, sosialisasi petunjuk teknis (juknis) SPMB sudah dilakukan kepada satuan pendidikan. Terkait mekanisme SPMB tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Menuju Kota Hijau, Balikpapan Luncurkan Standar Bangunan Gedung Hijau Terbaru

Namun tahun ini, Pemkot Balikpapan memastikan proses berlangsung lebih selektif. “Tidak ada istilah titipan lagi, benar-benar rule of the game,” ucapnya kepada awak media.

Dia menegaskan, semua calon peserta didik harus bermain sesuai dengan aturan yang berlaku. Baik persyaratan, kuota daya tampung, opsi pilihan sekolah, dan sebagainya semua bisa dilihat melalui daring. 

“Berapa jumlah siswa yang diterima sesuai yang tertera di aplikasi atau sistem,” ujarnya. Bahkan untuk mengawal transparansi SPMB, Disdikbud Balikpapan berkolaborasi dengan Inspektorat.

Dalam kesempatan sosialisasi juknis, Inspektorat masuk memberikan sosialisasi antikorupsi. Sebagai langkah mitigasi fraud dan pencegahan korupsi di lingkungan pendidikan.

Baca Juga: DPRD Balikpapan Soroti Kinerja OPD dalam LKPJ Wali Kota, Dinilai Belum Maksimal Terjemahkan Visi Kepala Daerah

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala SD dan SMP di balikpapan beserta jajaran terkait. Pihaknya percaya mutu pendidikan tidak hanya dinilai dari fasilitasnya, namun sedari hulu prosesnya.

“Pendidikan yang bersih dimulai dari proses penerimaan yang jujur,” ucapnya. Irfan mengajak seluruh pihak bersama mewujudkan iklim pendidikan Balikpapan yang bersih, objektif, dan bebas dari intervensi.

Sementara untuk persiapan teknis lainnya, Disdikbud telah menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait. Seperti Dinas Sosial, Disdukcapil, Diskominfo, dan lainnya.

Harapannya dari koordinasi ini seluruh tim dapat bekerja secara sinergis mendukung pelaksanaan SPMB 2026. “Sehingga semua dapat berjalan lancar dan sesuai ketentuan,” tutupnya. (*)

Editor : Duito Susanto
siswa titipan irfan taufik pemkot balikpapan Sistem Penerimaan Murid Baru disdikbud balikpapan